Andi Hilmy Berbagi Inspirasi Mengolah Minyak Jelantah Jadi Biodiesel di ISEF 2018

Andi Hilmy Almutawakkil dalam event Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 di Surabaya, Sabtu 15 Desember 2018

Terkini.id, Surabaya – Anak muda asal Makassar, Andi Hilmy Mutawakkil, hadir berbagi inspirasi dalam event Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 di Surabaya, Sabtu 15 Desember 2018.

Kepada para audiens dalam event festival ekonomi syariah itu, Hilmy yang merupakan mahasiswa semester akhir di Jurusan Antropologi di Universitas Negeri Makassar (UNM) menceritakan cara mengubah minyak jelantah menjadi berguna.

Hilmy menjelaskan, minyak jelantah yang selama ini banyak terbuang, bisa diolah menjadi biodiesel.

Menariknya, bahan bakar biodiesel yang dikembangkan Hilmy kini banyak digunakan oleh nelayan sebagai bahan bakar untuk melaut mencari ikan.

Bagaimana mengambil bahan baku minyak jelantah tersebut?

Menarik untuk Anda:

Hilmy mengaku mengambilnya dari limbah hotel, restoran, hingga rumah tangga.

Lalu, bersama beberapa temannya, minyak jelantah itu bersama beberapa temannya, dia membangun pabrik yang mengolah minyak jelantah di Batangase, Maros, lalu hasil produksinya dijual ke para nelayan.

Dari usahanya itu, dia bisa memproduksi hingga ribuan liter biodiesel berbahan minyak jelantah per hari, dengan harga per liter Rp 5.000.

Kini, mereka dapat menghasilan 1.300 liter biodiesel per hari dengan omzet hingga Rp 300 juta per bulannya.

Apresiasi BI

Hilmy hadir dalam talkshow dengan tema “Sharing Entrepreneur Muda Syariah” di Surabaya, 15 Desember 2018.

Dalam event tersebut, Hilmy terpilih sebagai salah satu pemenng lomba entrepreneur muda syariah Bank Indonesia yang dilaksanakan pada Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2018 di 3 (tiga) wilayah.

Selain Hilmy, mereka yang juara antara lain Khilda Baiti Rohmah (sociopreneur di bidang pengelolaan sampah), juara 1 regional Jawa; Mardhika Wirahadi Alqawiyyu (Rotte Bakery), juara 1 regional Sumatera;

Andi Hilmy sendiri, selaku pelaku usaha pengolahan minyak jelantah menjadi Bahan Bakar Minyak, meraih juara 1 regional Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Lomba entrepreneur muda syariah Bank Indonesia tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan menuju gelaran ISEF 2018 yang bertujuan menjaring para pelaku usaha muda berbasis syariah yang memiliki produk unik, inspiratif serta dapat memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitar tempat usaha.

Langkah BI itu untuk terus mendorong UMKM berbasis syariah dilakukan dengan melakukan pembinaan-pembinaan mulai dari sektor hulu ke hilir, seperti menjaga kualitas barang input, pengolahan, proses packaging, hingga pemasarannya.

Pengembangan UMKM berbasis syariah yang bergerak atas prinsip kepedulian sosial, bermanfaat bagi sesama, bertekad swadaya, dan berbudaya partisipatif diyakini mampu membawa perubahan yang berdampak positif.

Talkshow ini diharapkan dapat menginspirasi peserta yang hadir, terutama generasi muda untuk memiliki inisiasi untuk berwirausaha dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip kaidah berwirausaha dan berbasis nilai-nilai syariah.

Pada gilirannya pengembangan kewirausahaan berbasis syariah diharapkan dapat mendukung sektor UMKM secara keseluruhan dan mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap ekonomi Indonesia.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kreatif! Wedding Organizer Pakai Green Screen, Acara Pernikahan Jadi Meriah

Di Tengah Pandemi, Para Istri Ojol Berlatih Menjahit Masker

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar