Masuk

Anggaran RS Jumpandang Baru 2022 Tak Terealisasi, Dinkes Makassar: Banyak Kendala

Komentar

Terkini.id, Makassar – Dinas Kesehatan Kota Makassar kembali menganggarkan pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe C Jumpandang Baru Rp10 miliar dalam pembahasan Pokok 2023.

Padahal, pemerintah kota telah menganggarkan pembangunan RS Jumpandang Baru tahun ini dengan nominal yang sama hanya saja tidak terealisasi. 

Bangunan RS Jumpandang Baru yang terletak di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, sudah menghabiskan anggaran Rp49,5 miliar dengan progres pembangunan mencapai sekitar 60 persen.

Baca Juga: Danny Pomanto Luncurkan Branding ‘Makassar Kota Makan Enak’ Sebagai Upaya Pengendalian Inflasi

Kepala Bidang Layanan Kesehatan dr Andri Arwan Zainuddin mengatakan masalahnya, mulai dari penganggaran, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) salah, staf tim teknis tak ada, dan setelah terbentuk sudah terlambat.

“Banyak kendala, lagi dibuatkan kronologisnya,” ujar dr Andri, Senin, 7 November 2022.

Di sisi lain, ia mengatakan pihaknya kembali menganggarkan kelanjutan pembangunan RS Jumpandang Baru untuk menganulir interior dua lantai.

Baca Juga: Bahas Masalah BPJS dengan Klinik Cerebellum, DPRD Makassar: Legislatif Harus Jadi Penengah

“10 milliar untuk landscape, halaman depan, lantai satu dan lantai dua,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan adanya pembenahan pada Basement Gedung yang diketahui digenangi oleh air, namun ini harus ada koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU)

Sebab, masalah genangan basemen tersebut butuh penyelesaian komprehensif.

“Karena kalau mau kita perbaiki basemennya, ditarik ke luar pakai pompa, tidak bakalan bisa karena drainase dari samping RS, itu harus diperbaiki sampai ke Sungai Tallo,” terangnya.

Baca Juga: DPRD Makassar Gelar RDP dengan Dinas Pendidikan, Bahas Soal Pemotongan Gaji Guru PNS

Soal alasan pengajuan Rp10 milliar itu, dr Andri mengatakan hal ini masih harus dibicarakan lebih lanjut. Anggaran Rp10 milliar itu, kata dia, masih sebatas pengajuan, sebab ada usulan dari Badan Anggaran yang menginginkan Rp70 milliar dianggarkan di sana, sehingga bisa saja berubah.

“Kemarin sempat dibahas (pengajuan Rp70 milliar), cuma belum tau perkembangan terakhirnya,” imbuhnya.

“Masih nunggu kabar, apakah yang 10 atau 70 miliar. Yang kemarin kita buat 10 miliar, kecuali ada lagi perubahan anggaran jadi Rp70 milliar berarti bisa jadi dibangun tuntas RS Jumpandang Baru,” sambung dia.

DPRD Makassar menginginkan pembangunan RS di wilayah Utara kota itu dikerjakan sekali tuntas, dengan anggaran Rp70 milliar, mencakup pembenahan interior beserta mobiler lengkap di dalamnya.

Sebelumnya Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo meminta penganggaran dilakukan sekali jalan.

“Ini masih perkiraan kasar, karena membangun itu bisa berfungsi ketika sudah ada peralatan apanya. Ini kayaknya masih bangunan doang,” ujar legislator PAN tersebut.

Sementara, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Kasrudi menerangkan, penganggaran RS tersebut sudah dipertanyakan ke Dinas Kesehatan. 

Pihaknya telah meminta agar anggaran yang dicantumkan dalam pokok 2022 itu digunakan di sisa masa anggaran ini.

“Sudah, kita minta dan akan tetap dianggarkan di Perubahan ini,” ujar Kasrudi.