Angka Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Pangkep Cenderung Naik

Terkini.id, Pangkep – Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pangkep cenderung naik dibanding tahun lalu. Dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Pangkep, tahun lalu kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 28 kasus, sementara tahun ini hingga Agustus sudah 24 kasus.

Kepala DPPPA Kabupaten Pangkep, Hartini Jafar dalam diskusi penguatan kelembagaan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TPA) menuturkan, angka tersebut bisa lebih besar dari laporan yang ada. Hadir sebagai narasumber dalam diskusi ini aktivis perempuan, Haniah, anggota DPRD Kabupaten Pangkep Nurbaini Lisa dan LBH APIK, Emma Rahmayanti.

“Angkanya cenderung naik. Saya juga yakin masih banyak kasus diluar sana tapi yang melapor sedikit,” kata Hartini di aula kantor DPPPA Kabupaten Pangkep, Senin 17 September 2018.

Soal penanganan kasus, ia berharap kedepannya dengan kehadiran TP2TPA, masyarakat segera melapor jika mengetahui ada tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak disekitarnya.

Sementara itu aktivis perempuan Haniah berharap dengan penanganan serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak secara terpadu lintas instansi dalam TP2TPA maka bisa menekan jumlah kasus. Ia mengatakan, tugas TP2TPA bukan hanya pencegahan tapi pendampingan hukum serta pemulihan traumatik korban.

“Di TP2TPA kan ada pemerintah, NGO, aparat hukum, tokoh agamanya. Kalau ini benar-benar bisa terpadu bekerja maka kita bisa mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ucapnya.

Haniah mengingatkan agar dalam penanganan terhadap kekerasan perempuan dan anak, agar dilakukan dengan cara persuasif. Ia menyebutkan, tidak sedikit korban yang trauma berkepanjangan karena tidak ditangani dengan baik.

Komentar
Terkini