Angkat Bicara Soal Buzzer, Ketua MUI: Mereka Makan Daging Saudaranya yang Dibunuh

Terkini.id, Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Dr M Cholil Nafis angkat bicara soal fenomena buzzer yang saat ini tengah menjadi perbincangan publik.

Ketua MUI ini menilai para buzzer yang dianggap telah meresahkan masyarakat ibarat pemakan daging saudaranya sendiri.

Hal itu disampaikan Cholil Nafis lewat video wawancaranya yang tayang di kanal Youtube Hersubeno Point, seperti dilihat pada Kamis 11 Februari 2021.

Baca Juga: Ganti Nama Jalan di Jakarta dengan Ataturk, MUI: Sama dengan...

Dalam tayangan video tersebut, Cholil menyebut tidak ada definisi yang jelas terhadap buzzer. Menurutnya, hanya ada dua klasifikasi yang bisa dikategorikan yakni buzzer positif dan negatif.

Dari kedua jenis buzzer itu, kata Cholil, ia menilai lebih banyak buzzer negatif dibanding yang positif.

Baca Juga: Layanan Pinjaman Online Ilegal Banyak Makan Korban, MUI: Pemerintah dan...

“Karena memang definisinya masih kontroversi, tetapi kesannya konotasi di mata orang buzzer itu adalah negatif, karena orang bayaran untuk menyampaikan sesuatu dari orang lain,” kata Cholil Nafis.

Menurut Pimpinan MUI Pusat ini, kondisi banyaknya buzzer negatif bisa dilihat dari perkembangan opini dan isu yang ramai di media sosial.

Menurutnya, banyak buzzer yang memberikan penilaian dan pandangannya lebih ke arah pembunuhan karakter seseorang.

Baca Juga: Layanan Pinjaman Online Ilegal Banyak Makan Korban, MUI: Pemerintah dan...

Adapun kritik yang diberikan dan berkembang di berbagai media, kata Cholil, hanya sebagai corong penyebaran informasi dan bukan lagi bisa dinilai sebagai substansi kritik namun menyerang orang secara pribadinya.

Kondisi itulah menurut Cholil Nafis yang membuat buzzer saat ini arahnya lebih negatif.

“Ketika mengkritik bukan substansi kritiknya yang dikejar, tetapi orangnya yang dibunuh karakternya, ya kita kan kalau imbang apple to apple, sama-sama ngerti kita diskusi kan nyaman,” ungkap Cholil.

“Tapi yang dihadapi ini kan anonim sudah gitu ngomongnya sarkas, demikian juga membuat kita nggak nyaman,” sambungnya.

Mengutip Hops.id, Cholil pun mengakui penilaiannya terhadap buzzer itu bukan tanpa pengalaman.

Dirinya sendiri mengaku pernah berhadapan langsung dengan buzzer. Dimana saat itu, dia diserang saat menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

Cholil Nafis menceritakan, ketika ia menyampaikan kritikan ke pemerintah tersebut beberapa ada yang mengerti maksud kritiknya. Namun, ada juga yang nyinyir dan meremehkan bahkan merendahkan kritiknya itu.

Oleh karenanya, Ketua MUI ini menyebut secara khusus jika tindakan buzzer tersebut ia anggap sebagai tindakan memakan daging saudara sendiri.

“Menurut saya, kalau umpamanya orang digerakkan untuk jadi buzzer, untuk menyerang orang yang niat baik, apalagi ulama, menurut saya inilah yang disebut dengan memakan daging saudaranya. Ia makan dari hasil orang lain dibunuh, yaitu mengambil dari dagingnya saudaranya,” tegasnya.

Bagikan