Annyorong Lopi, Wujud Kebersamaan dan Etos Kerja Masyarakat Bulukumba

Annyorong Lopi, bukti kebersamaan dan etos kerja masyarakat Bulukumba yang masih ada hingga sekarang.

Terkini.id, – Salah satu bukti kehebatan Pinisi adalah prosesi Annyorong Lopi atau peluncuran perahu/kapal yang sarat dengan kearifan lokal. Itulah mengapa prosesi ini masih menjadi salah satu rangkaian kegiatan dari Festival Pinisi ke 9 tahun 2018.

Rangkaian Festival Pinisi ini digelar di kawasan pembuatan perahu Tana Beru Kecamatan Bontobahari, Kamis, 13 September sore kemarin.

Proses Annyorong Lopi di Bulukumba

Anyyorong Lopi ini dilakukan dengan cara-cara tradisional. Tidak menggunakan alat berat, tidak ada katrol, hanya dengan mengandalkan tenaga manusia.

Peluncuran perahu tersebut memakan waktu selama hampir tiga jam. Tampak ratusan orang bersama-sama mendorong, dan menarik kapal berukuran 30 meter.

Menariknya, semua tampak bahu-membahu, bergotong royong agar perahu bisa terdorong ke bibir pantai.

Sebelum dilakukan Annyorong Lopi terlebih dahulu dilakukan ritual adat dan panrita memulai komando dengan membaca salawat nabi.

Prosesi Annyorong Lopi ini pun menjadi pusat perhatian para wisatawan mancanegara dan jurnalis dari berbagai daerah.

Ritual peluncuran perahu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto.

Baca :Perahu Pinisi Bulukumba jadi kebanggaan dunia

Turut hadir Kadis Pariwisata Sulsel Yulianus, Sekda Bulukumba Andi Bau Amal, Kadis Pariwisata Bulukumba Ali Saleng dan perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI.

Tomy dalam sambutannya mengatakan Annyorong Lopi adalah kearifan lokal milik masyarakat Bulukumba, Bontobahari yang harus dilestarikan.

“Ini adalah bukti nyata tentang semangat kebersamaan, gotong royong dan etos kerja yang luar biasa dari masyarakat Bulukumba,” ujarnya.

Pinisi kata Tomy jangan hanya dilihat dalam bentuk konstruksi kapal. Tapi di dalamnya ada segala macam kebudayaan dan kearifan lokal yang menjadi pengetahuan masyarakat Bontobahari dan harus terus terjaga.