Aplikasi Japri Messenger Bakal Masuk Program Desanova KSDI Besutan Budiman Sudjatmiko

Terkini.id, Makassar – CEO Japri Messanger Wandy Roesandy mengatakan aplikasi Japri Messenger bakal masuk dalam program Desanova KSDI.

Hal itu ia ungkapkan usai bertemu dengan Budiman Sudjatmiko, Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia. Japri Messenger merupakan salah satu aplikasi android yang digunakan untuk berbalas pesan.
 
Sebelumnya, Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI) bersama Inovator 4.0 Indonesia meluncurkan ponsel pintar dengan konten dan platform digital khusus bernama Desanova. 

KSDI adalah koperasi tingkat nasional yang mengkhususkan diri pada bisnis berwatak sosial di sektor teknologi digital. Saat ini memiliki jaringan di 15 provinsi dengan anggota mencapai 10 ribu orang yang mayoritasnya masyarakat desa. 

Desanova akan mengembangkan berbagai solusi digital untuk kebutuhan anggota KSDI khususnya dan masyarakat desa.

Mungkin Anda menyukai ini:

Solusi digital tersebut akan dikemas dalam berbagai perangkat teknologi antara lain smartphone, drone, IoT (Internet of Things), robot otomasi dan lainnya.

Wandy mengatakan Budiman mengapresiasi kehadiran aplikasi chat Japri Messenger. 

“Pak Budi mengapresiasi kehadiran kami, apalagi saat kami memaparkan keunggulan aplikasi chat Japri Messanger yang rencananya bakal dimasukkan dalam program Desanova KSDI,” ungkap Wandy, Selasa, 26 Januari 2021.

Desanova merupakan sebuah proyek dari KSDI dengan menggandeng PT Kiniku Nusa Kreasi. Program ini juga didampingi oleh HMD Global sebagai pemegang lisensi eksklusif brand Nokia untuk ponsel dan tablet, serta Qualcomm, perusahaan teknologi pengembang chipset smartphone terbesar di dunia.

Desanova adalah proyek kolaborasi yang menarik antara pegiat teknologi digital dari desa di dalam wadah KSDI, dengan berbagai perusahaan teknologi terkemuka, institusi dan komunitas yaitu Inovator 4.0 Indonesia.

“Jadi KSDI Desanova ini merupakan suatu wadah yang merangkul anak bangsa berpotensi dalam ilmu digital teknologi yang bakal mendukung proyek ini dalam bentuk literasi digital, pelatihan dan transfer pengetahuan,” pungkas Wandy.

Bagikan