Apresiasi Kinerja Polres Jeneponto, PPI dan HMI Ada Apa dengan Polda Sulsel?

Ketua PPI dan HMI cabang Jeneponto bersama sejumlah aktivis Pemuda Kabupaten Jeneponto

Terkini.id,Jeneonto – Pemuda Parlemen Indonesia (PPI)  mengapresiasi penetapan lima orang tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Jembatan Bosalia yang akan menghubungkan Kelurahan Sidenre dengan Kelurahan Monro-Monro Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.

Apresiasi terhadap Sat Reskrim Polres Jeneponto itu diungkapkan Ketua PPI Alim Bahri kepada terkini.id, Kamis, 22 Agustus 2019.

“Bayang-bayang kecenderungan atas ketidakpercayaan publik terhadap Institusi penegakan hukum atas berbagai dugaan kriminal  khusus pidana korupsi kini telah terjawab secara gamblang melalui keputusan atas penetapan tersangka Kasus dugaan korupsi pembangunan infrastruktur Jembatan Boasalia dengan nilai anggaran kurang lebih 4 Milyar Rupiah,” Jelas Alim Bahri.

Menurutnya, upaya penegakan hukum pihak Sat Reskrim Polres Jeneponto itu menandakan bahwa Kepolisian Republik Indonesia Resort Jeneponto memiliki semangat penindakan dan pemberantasan korupsi yang kuat dan tegas ditengah situasi pemerintahan daerah yang secara signifikan dilanda oleh berbagai persoalan serius dan sangat substantial.

“Kami salut dengan Sat Reskrim Polres Jeneponto, memang dibutuhkan sebuah langkah baru secara tegas dan lebih ektra bagi institusi penegakan hukum dalam penanganan dan penindakan berbagai kejahatan extra ordinary crime ditubuh pemerintahan demi keselamatan daerah dan keuangan negara didalam pelaksanaan pemerintahan, pengelolaan asset dan pendapatan daerah demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Alim melanjutkan, penetapan peningkatan status penanganan hukum, hingga penggeledahan dan penetapan tersangka kasus dugaan korupsi Boasalia oleh penyidik kepolisian Resort Jeneponto merupakan wujud keseriusan Kepolisian RI yang patut diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat Jeneponto.

“Ini suatu prestasi dalam penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan korupsi,”ucapnya.

Ketua PPI Jeneponto menaruh harapan kepada   Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan agar dapat secara seksama membuktikan dan menuntaskan kasus dugaan korupsi sebagaimana penyidik Diskrimsus Polda Sulsel telah melakukan penggeledahan di OPD terkait dalam hal ini Dinas Perindagtamben dan beberapa ruangan di Kantor Bupati Jeneponto.

“Penyidik Diskrimsus Polda Sulsel lebih dulu melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tiga pasar di Jeneponto, namun ada apa dengan Polda Sulsel yang sampai sekarang belum menindak lanjuti perkembangan penyidikan dan rencana agenda tahap penetapan tersangka untuk disampaikan kepada khalayak publik,” imbuhnya.

Ditempat lain, HMI cabang Jeneponto juga  Mengapresiasi  atas kinerja Sat Reskrim Polres Jeneponto yang telah menetapkan tersangka kasus korupsi pembangunan jembatan Bosalia.

“Berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk tidak mencoba melakukan kejahatan korupsi,” kata Ketua HMI Jeneponto Amrullah.

Dia pun mengajak semua pemangku kebijakan dalam pemerintahan Jeneponto untuk sadar diri dan tahu diri untuk secara bersama sama melakukan hal yang sifatnya positif untuk Jeneponto kedepan yang lebih baik

“Kami berharap Polres Jeneponto ke depan lebih progres lagi dan tidak tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi yang mewabah di Jeneponto, dan pemangku kebijakan sadar diri untuk bekerja sesuai tupoksinya demi Jeneponto kedepan, namun masih bertanya-tanya, ada dengan Polda Sulsel yang sampai sekarang belum menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tiga pasar di Jeneponto,” tutup Amrullah.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Jeneponto

Musim Kemarau, BPBD Jeneponto Lakukan Ini

Terkini.id,Jeneponto - Akibat kemarau panjang, Sejumlah Desa di beberapa Kecamatan di Kabupaten Jeneponto mengalami kekurangan air bersih.Untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih,