Masuk

Ari Nurcahyo Sebut Tiga Nama Non Partai Ini Layak Jadi Capres 2024

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Menjelang pilpes 2024 mendatang, Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo belum lama ini mengungkapkan tiga calon tiga nama calon presiden alternatif dari non partai.

Hal tersebut disampaikan Ari Nurcahyo melalui sebuah unggahan video di kanal Youtobe Para Syndicate.

Dalam video tersebut, Ari Nurcahyo menyebutkan tiga nama yang dinilai layak menjadi calon presiden  2024 mendatang.

Baca Juga: Soal Capres, Pengamat Minta Jokowi Belajar Kepada SBY

Dimana ketiga nama yang disebutkan Ari Nurcahyo merupakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Ekonom Senior Rizal Ramli.

Melalui video tersebut, Ari bahkan menilai kalau Andika layak dipertimbangkan untuk menjadi capres di pemilu 2024, karena masa jabatannya sebagai Panglima TNI akan habis di akhir tahun 2022.

“Layak untuk dipertimbangkan menjadi capres alternatif dari kalangan militer,” kata Ari. Dikutip Terkini.id dari Suara.com. Jumat, 23 September 2022.

Baca Juga: Alasan Istana Tunjuk Yudo Margono Calon Panglima TNI: Untuk Kebanggaan Korps

Selain dari itu, Menurut Ari sosok seorang Tito Karnavian dianggap layak sebagai capres dari unsur kepolisian.

Selain dianggap berhasil saat menjadi Kapolri, Tito juga dinilai memiliki kinerja baik ketika menyelenggarakan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, baik Andika maupun Tito sangat layak menjadi capres karena keduanya memang memiliki latar pendidikan yang baik.

“Dua-duanya Ph.D, tentara dan polisi yang cermat dan cerdas layak untuk dipertimbangkan dari non partai,” kata dia.

Baca Juga: Pandangan Surya Paloh: Anies Baswedan Akan Pimpin Indonesia dengan Sangat Baik

Sedangkan soal nama Rizal Ramli, kendati ia kerap menyampaikan pernyataan yang kontroversial, Ari melihat beberapa pandangan dari Rizal yang dianggap bagus untuk menjadi terobosan baru bagi program Indonesia di masa depan.

“(Rizal Ramli) Pernah menjadi menteri zaman Gus Dur. Pernah jadi menteri zaman Jokowi. Tapi karena sikapnya kemudian ada di luar barisan kabinet sekarang,” kata Ari.