Aslama PTMA Gelar Rakornas dan Pelatihan Pengelola Asrama Se Indonesia

Pembukaan Rakornas Aslama PTMA

Terkini.id, Jakarta – Asosiasi Asrama (Aslama) Perguruan Tinggi Muhammadiyah – Aisyiyah kembali menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan pelatihan pengelola asrama Se Indonesia  di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Jakarta, Ahad (18-21) Agustus 2019.

Rakornas dan Pelatihan tersebut dihadiri Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Rektor Uhamka Prof Dr Gunawan Suryoputro, Wakil Rektor Uhamka, Ketua dan seluruh jajaran Pengurus Aslama PTMA Se Indonesia.

Dalam sambutannya Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof H Lincolin Arsyad Ph D mengungkapkan, keberadaan asrama di PTMA merupakan center of excellent (pusat keunggulan),  kaderisasi dan dakwah yang memiliki potensi dan manfaat yang luar biasa dalam menghasilkan kader persyarikatan yang mumpuni.


“Asrama memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis dalam mengembangkan keilmuan, kesenian, olah raga serta keterampilan berbahasa Arab dan Inggris bagi mahasiswa yang tinggal di asrama,” ungkap Lincolin Arsyad.

“Oleh sebab itu melalui Rakornas ini, peran musyrif dan musyrifah asrama menjadi sangat strategis untuk mampu menghasilkan kompetensi lulusan asrama yaitu kompetensi kepemimpinan, keilmuan, keimanan dan ketakwaan, kebahasaan, dan akhlak yang baik,” sambungnya.

Lebih lanjut Prof Lincolin Arsyad mengimbau kepada seluruh Rektor PTMA di seluruh Indonesia untuk memahami  pentingnya peran asrama sebagai media dakwah dan pengkaderan di lingkungan kampus dan sangat diharapkan untuk mendukung dan memperhatikan tata kelola asrama yang profesional, unggul dan berkemajuan.

Dalam agenda tersebut turut hadir Ketua Aslama, Rahmat Suprapto memberikan sambutan. Dalam sambutannya Ia mengemukakan, jumlah PTMA yang telah memiliki asrama kini mencapai 38 dari 166 PTMA di seluruh Indonesia. Data terakhir menunjukkan, kapasitas asrama PTMA tidak kurang dari 8000 tempat tidur. Jumlah
yang besar dan signifikan dalam kaderisasi dakwah Muhammadiyah.


Rahmat Suprapto mengharapkan melalui Rakornas itu muncul satu tahapan konstruktif-aplikatif yang signifikan guna menguatkan kesepahaman nasional antar pengelola Asrama PTMA.

“Konteks yang lebih yuridis adalah muncul komitmen nasional dari pimpinan PTMA terkait kebijakan dan arah asrama sebagai pusat kaderisasi,” papar Rahmat.

“Sedangkan melalui Pelatihan Musyrif/Musyrifah diharapkan lahir pembina dan pembimbing dalam pembinaan mahasiswa di asrama yang mumpuni. Musyrif/Musyrifah adalah bagian terdepan dan sekaligus ujung tombak bagi kesuksesan sebuah program pembinaan mahasiswa,” lanjutnya.

“Mereka adalah pihak yang paling dekat dengan mahasiswa, melakukan pendampingan pembelajaran, pengembangan hubungan, pembiasaan dan lainnya. Dalam kapasitasnya sebagai pendamping teman sebaya, pembina dan pembimbing dituntut memiliki kemampuan dan keterampilan pendampingan yang dimulai dari kompetensi personal individual, baru kemudian sosial,” pungkas Ketua Aslama itu dalam sambutannya.

Sekadar diketahui agenda nasional tersebut dilaksanakan di dua tempat. Pada acara Pembukaan dan Rakornas dilaksanakan di Uhamka, sedangkan Pelatihan Musyrif dan Musyrifah (pengelola) Asrama dilaksanakan di Serua Green Village Depok. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Divisi Kerjasama, Jaringan dan Publikasi Aslama Dr Muh Ali Bakri M Pd saat dikonfirmasi.