ASPERSI Sulsel akui kesulitan membangun perumahan KPR

Sosialisasi dan Edukasi SMF dan Percepatan Program 1 Juta Rumah di Indonesia, di Makassar, Senin 20 November 2017. /Nasruddin

TERKINI.id — Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulsel, Yunus Genda mengatakan, begitu besar keinginan masyarakat Kota Makassar untuk memilih rumah Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Hanya saja, pengembang kesulitan membangun perumahan KPR, dikarenakan banyaknya kendala, seperti lahan, perizinan dan lainnya.

“Kami sangat siap membangun, tetapi kendala kami membangun ada pada lahan yang semakin hari semakin mahal, terlebih lagi aturan bagi kami, harga tanah tidak boleh melebihi Rp150 ribu,” kata Yunus Genda pada acara Sosialisasi dan Edukasi SMF dan Percepatan Program 1 Juta Rumah di Indonesia, di Makassar, Senin 20 November 2017.

Dia menambahkan, harga lahan di tengah kota Makassar sudah mencapai satu juta rupiah per meter. Sehingga pembangunan perumahan KPR banyak diberedar di daerah Maros dan Gowa.

“Kalau sekarang mau membangun perumahan di daerah Moncongloe dan Samata itu harga tanahnnya sudah mencapai Rp300 ribu permeter,” ujarnnya,

Selain itu, kendala perizinan juga menghambat pengembang. Menurutnya, seringkali ditemukan di lapangan adanya perbedaan kebijakan pusat yang dinilai tidak singkrong dengan daerah.

Baca :Tips-Tips yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Membeli Rumah Pertama

“Terkadang kebijakan pusat mengratiskan izin, namun daerah tidak mengratiskan karena alasan PAD,” ungkapnnya.

Olehnnya itu, dia berharap agar pengembang dapat diberikan kemudahan untuk membangun KPR.