Astaga, dua wanita WNI eks ISIS mengaku hanya dijadikan pemuas nafsu

wanita indonesia anggota isis
Dua wanita WNI eks ISIS, Nurshadrina dan Lasmiati mengaku dijadikan pemuas nafsu oleh pejuang ISIS. (foto/duniaekspress.com)

Terkini.id – Nurshadrina Khaira dan Lasmiati, dua mantan simpatisan ISIS yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil lolos dari cengkraman ISIS. Keduanya memberikan pengakuan mengejutkan kepada publik.

Nurshadrina dan Lasmiati merupakan dua dari 18 warga Indonesia yang selama lebih dari dua tahun menjadi simpatisan ISIS, namun keduanya berhasil kabur dari Suriah.

Lasmiati, seorang ibu rumah tangga yang juga bibi dari Nurshadrina dalam pengakuannya, mengaku tertipu dengan propaganda ISIS. Menurutnya ISIS tak seindah dalam informasinya yang beredar di internet.

“Janji dan propaganda saya telan mentah-mentah begitu saja. Dijanjikan kehidupan yang luar biasa,” kata Lasmiati dikutip dari suaradewan.

Nurshadrina juga mengatakan hal yang sama, ia merasa sangat tertipu dengan informasi yang beredar tentang ISIS yang katanya ingin menegakkan negara khilafah.

Menarik untuk Anda:

“Saya membayangkan orang-orang di sana berlomba-lomba dalam kebaikan, tapi nyatanya setelah sampai di sana banyak sekali kotoran-kotoran. Tidak seperti yang saya baca,” ucapnya.

wanita indonesia anggota isis
Lasmiati. (foto/kompastv)

Lanjut Nurshadrina, propaganda konsep negara Khilafah oleh ISIS yang berada dibawah pimpinan Abu Bakar Al Bagdadhi hanyalah bualan semata, sebab setibanya di Suriah hal tersebut tak ia temukan.

“Propaganda mereka bagus, indah, kehidupan di sana nyaman tentram damai penuh keadilan. Jadi seperti sudah terbutakan. Seperti berita kejelekan mereka hilang begitu saja,” ujar Nurshadrina dalam talkshow “Rosi” episode Pengakuan Anggota ISIS, di Kompas TV. Kamis, 14 September 2017.

Nurshadrina justru medapatkan hal yang lebih kejam selama berada di Suriah. Ia mendapatkan siksaan yang tidak manusiawi. Bahkan wanita yang berasal dari luar Suriah ditempatkan di sebuah asrama yang tidak layak dan kotor. Sementara kaum laki-laki dipaksa untuk ikut berperang.

Masih menurut pengakuan Nurshadrina, wanita disana yang belum menikah atau janda dipaksa untuk jadi istri pejuang ISIS, tanpa peduli apakah perempuan itu mau atau tidak.

“Mereka meminta istri ke pimpinan asrama kami karena pimpinan asrama kami punya daftar siapa saja yang masih single dan yang janda,” lanjutnya.

wanita indonesia anggota isis
Nurshadrina. (foto/kompastv)

Nurshadrina menambahkan, mereka pria ISIS datang ke asrama dan hanya mengatakan ‘saya mau yang ini’ dan para wanita secepatnya harus memberi jawaban, dan harus kawin.

“Aku bisa bilang mereka pembohong besar, kaum pria dipaksa untuk berperang dan kaum perempuan hanya dijadikan obyek pemuas nafsu oleh para pejuang ISIS,” ungkap Nurshadrina.

Satu tahun berada di Suriah Nurshadrina melihat berbagai macam perlakuan ISIS yang begitu banyak melanggar aqidah Islam. Ia pun menyadari bahwa apa yang dilakukan ISIS tersebut jauh melenceng dari ajaran Islam.

“Fighter ISIS itu menganggap perempuan hanyalah sebagai pabrik anak saja,” tutupnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Sukses Digitalisasi 350.000 UMKM Baru Selama Pandemi, Grab Gelar Online Bazar #TerusUsaha di 16 Kota

Paul Pogba Bantah Mundur dari Timnas Prancis Gegara Agamanya Dihina

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar