Astaga, PPK dari 11 kecamatan di Jeneponto duduki kantor Disdukcapil

Semua anggota PPK bagian data mengkroscek data 7.196 pemilih non KTP el atau Suket di Kantor Capil, Kamis, 19 April 2018/Syarief

Terkini.id,Jeneponto – Rapat pleno terbuka perbaikan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) dan penetapan daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto kembali diskorsing.

Rapat pleno yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dilaksanakan diruang media center kantor KPU Jeneponto, jalan Lanto Daeng Pasewang Kecamatan Binamu, berlangsung dari kemarin, 18 April 2018 dilanjutkan hari ini, 19 April 2018 tepat jam 10.00 Wita. Dan kembali diskorsing pada pukul 12.00 Wita yang sampai sekarang belum dilanjutkan.

Penetapan DPT kembali tertunda akibat masih adanya pemilih non KTP el yang belum jelas statusnya, sehingga Panwaslu meminta agar sebelum DPT ditetapkan DPSHP harus bersih dari data pemilih yang tidak akurat.

“Setelah kemarin kita merekomendasikan agar 31.331 pemilih non KTP el ataupun Suket dapat diperjelas statusnya, oleh Disdukcapil, apakah pemilih tersebut penduduk Jeneponto atau bukan, apakah memang pemilih itu tidak terdaftar dalam data base Capil, dari 31.331 pemilih itu, Disdukcapil telah memperjelas statusnya 24.135 pemilih, sehingga tersisa 7.196, untuk itu yang lebih 7 ribu kita minta kembali diperjelas, jangan sampai hak pilih masyarakat ditiadakan, atau ada yang bukan penduduk Jeneponto terdaftar dalam DPT nanti,” kata Ketua Panwaslu Jeneponto Saiful,SH

Dari hal tersebut, KPU kembali menskorsing rapat pleno terbuka sampai perbaikan DPSHP dapat tuntas,” Rapat pleno diskorsing untuk melakukan pencermatan terhadap 7.196 pemilih non KTP el atau Suket, kita akan bekerja sama dengan Disdukcapil untuk mengkroscek data pemilih tersebut diserver Capil,” jelas ketua KPU Jeneponto Muh. Alwi kepada awak media.

Sementara Kadisdukcapil Jeneponto Baharuddin Nai mengatakan, bahwa nomor induk kependudukan (NIK) 7.196 pemilih itu sudah tidak aktif.

“Setelah kita cek NIKnya tidak aktif, itu karena keluarga pemilik NIK tersebut tidak melakukan perekaman ulang, semua NIK dalam satu KK bisa akti bila salah satu keluarga dalan KK itu melakukan perekaman KTP el,” jelas Baharuddin

Setelah rapat pleno diskorsing, semua anggota PPK diarahkan ke kantor Disdukcapil Jeneponto untuk mengkroscek langsung data 7.196 pemilih itu di server Capil. Sampai pukul 20.30 Wita PPK masih menduduki kantor Disdukcapil Jeneponto.

Berita Terkait
Komentar
Terkini