Awalnya Coba-Coba, Sekarang! Pendapatan Masyarakat Mencapai Puluhan Juta

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Rumput laut jenis Eucheuma Cottoni

Terkini.id, Adonara – Tepatnya di Pasar Keliha, Masyarakat di Desa Nelelamawangi II, Ile Boleng, Kab. Flores Timur, menjual hasil panen laut untuk yang pertama kalinya secara besar-besaran. Rabu, Januari 2020.

Kurang lebih 10 tahun budidaya rumput laut di desa ini sempat terhenti. Menurut salah satu petani setempat yang bernama Ola menjelaskan bahwa kepasifan ini terjadi karena tercemarnya air laut dan juga penyakit ice-ce yang melanda waktu itu.

Melangsir dari Kompasiana.com, Sekitar 4.4 ton atau setara dengan 4.362 kg rumput laut yang di jual dengan harga per kilogram Rp.17.000, Sehingga total keuntungan kotor sekitar Rp.74.154.000.

Setelah kurang lebih 10 tahun tidak membudidayakan rumput laut, pada tahun 2019 bulan Mei, Seorang pemuda bernama Kirfan menemukan sebongkah rumput laut yang sangat subur.

“Waktu itu air lagi surut, dan saya lagi hendak mencari ikan di sekitaran hamparan tali-tali kosong yang dulunya digunakan untuk budidaya rumput laut, Saya menemukan sebongkah rumput laut yang sangat subur. Lalu di potong rumput laut tersebut menjadi 12 bagian dan saya ikat oada tali. Setelah satu bulan di lepas di perairan, ternyata rumput tersebut kembali tumbuh subur dengan baik dan saya terus menambah ikatan pada tali yang lainya, sampai pada skala yang besar,” Cerita Kirfan.

Menarik untuk Anda:

Pemuda itu juga menambakan bahwa setelah itu masyarakat datang membeli bibit dan membudidayakan secara massive lagi sejak saat itu.

“Kita berharap semoga ini bisa menambah perekonomian masyarakat di desa ini kedepanya,” kata Kirfan.

Rumput laut yang di budidayakan ini adalah jenis Eucheuma Cottoni. Rumput laut ini dapat dikenali melalui ciri-ciri fisiknya, yakni memiliki thallus yang berbentuk silindris hingga bulat pipih dengan permukaan yang sedikit kasar karena ditumbuhi oleh bakal-bakal cabang baru.

Dari sumber yang sama Kompasiana.com, Sejauh ini belum ada patokan harga yang pasti, sehingga harganya pun masih bervariasi. Masyarakat Nelelamawangi II berharap pemerintah bisa memberikan dukungan agar budidaya rumput laut Eucheuma terus berkembang dan harga komuditas ini bisa meningkatkan kesejahterakan masyarakat desa setempat.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Selama 22 Tahun di MotoGP Inilah Jatuh Bangun Perjalanan Karier Valentino Rossi

Rapat Virtual Satgas Penegakan Hukum LHK, Dirjen Gakkum: Lakukan Penegakan Hukum yang Berkualitas dan Berkeadilan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar