Bagi-Bagi Beras Tak Terbukti di Meja Hukum, Pengamat: Peluang Fitnah Baru Bidik Pasangan ADAMA’

Bagi-Bagi Beras Tak Terbukti di Meja Hukum, Pengamat: Peluang Fitnah Baru Bidik Pasangan ADAMA’

KH
A
Kamsah Hasan
Administrator

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Sejumlah kalangan menilai upaya melemahkan pasangan Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi bakal terus berlanjut hingga pencoblosan di bilik suara.

Kendati kasus dugaan bagi-bagi beras yang dituduhkan terhadap pasangan ADAMA’ tak terbukti sama sekali di meja hukum. 

Pengamat politik UIN Alauddin Makassar, Ibnu Hadjar Yusuf, mengatakan besar kemungkinan akan ada penggiringan opini baru yang berusaha dibangun oleh pihak tertentu demi menjegal pasangan Danny-Fatma.

“Apa yang ditudingkan oleh lawan atau rival politik pasangan ADAMA’ terkait bagi-bagi beras ternyata tidak terbukti. Makanya pihak kepolisian menghentikan penyidikan,” kata Ibnu, Sabtu, 14 November 2020.

Penghentian kasus tersebut, kata Ibnu, mengindikasikan peluang gempuran tuduhan baru dan fitnah yang semakin kencang.

Baca Juga

“Tentunya membidik pasangan ADAMA’,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini, penggiringan opini baru mulai terlihat. Salah satunya, berembusnya isu seolah-olah banyak pendukung Danny-Fatma yang mengalihkan dukungan yang diklaim kubu tertentu. 

Padahal faktanya justru soliditas tim dan relawan Danny-Fatma makin kuat jelang pencoblosan.

Selain itu, Ibnu mengatakan kubu tertentu juga berupaya memanfaatkan kasus tertentu untuk memaksakan menarik simpati para pemilih di sisa waktu jelang pencoblosan. 

Padahal lagi-lagi, kasus-kasus tersebut nyatanya minim bukti dan tak jelas asal usul serta kronologinya. Termasuk ada yang memaksakan mengaitkan lagi persoalan pribadi dengan Danny-Fatma.

“Banyaknya penggiringan opini dan tudingan yang mengarah ke pasangan ADAMA’ sebenarnya bukti bahwa pasangan inilah yang paling kuat saat ini. Hanya calon yang kuat yang selalu masuk dalam radar pengintaian lawan dengan menghalalkan segala cara,” urai Ibnu.

Semakin banyaknya tudingan dan isu miring untuk Danny-Fatma, menurut Ibnu, pada akhirnya tetap akan menguntungkan satu-satunya pasangan yang mewakili representasi kaum perempuan itu. 

Sebab masyarakat akan menaruh simpati besar terhadap pasangan Danny-Fatma.

“Pada akhirnya peluang kemenangan pasangan ADAMA’ akan semakin besar dan terbuka lebar karena mampu meraih simpati masyarakat. Apalagi menjelang hari H pencoblosan yang tersisa 26 hari lagi,” beber Ibnu.

Karakteristik masyarakat Kota Makassar, kata Ibnu, juga sudah semakin maju. Tak mudah lagi dipengaruhi oleh isu-isu miring yang sengaja diembuskan kubu tertentu demi kepentingan politisnya.

“Masyarakat Kota Makassar itu cerdas dalam menilai, membaca pemetaan, menyimak karena nalar cerdasnya sudah jalan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Ibnu menyarankan kubu tertentu tersebut untuktak lagi memakai cara-cara klasik dan kampungan dalam memainkan skenario politik. 

“Bangun atau hadirkanlah pola-pola strategi politik yang etis dan mendidik sehingga proses demokrasi pun berjalan dengan baik dan berkualitas,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.