Bahas gerakan literasi, IPM Makassar gelar Workshop “Pelakor”

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Makassar menggelar kegiatan dialog membahas gerakan literasi

Terkini.id, Makassar – Ratusan pelajar yang tergabung di dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) bersama sejumlah mahasiswa dan pegiat literasi sangat antusias saat menandatangani Deklarasi Pejuang Literasi di Aula Penerbit Erlangga, Jalan Letjend Hertasning, Makassar. Minggu, 11 Maret 2018.

Deklarasi ini merupakan acara puncak dalam rangkaian acara Workshop Pelakor (Pelajar Aktor Literasi) yang diinisiasi oleh Bachtiar Adnan Kusuma.

Selaku Panglima Laskar Pejuang Literasi, ia menjelaskan melalui pesan singkat via Whatsapp bahwa Laskar Pejuang Literasi adalah gerakan volunteer sekaligus gerakan massal yang tumbuh dari hati nurani untuk berjuang bersama demi tegaknya literasi sebagai urat nadi peradaban.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore itu begitu istimewa karena selain diisi oleh para pemateri hebat, seperti Bachtiar Adnan Kusuma, Muhammad Amir Jaya, Nuraisyah Baharuddin, juga dihadiri oleh dokter digital/online sekaligus penulis 20 buku dan dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (FK Unismuh) Makassar, Dito Anurogo.

Bachtiar Adnan Kusuma memaparkan tentang rumus kreativitas, yaitu adanya kecerdasan, motivasi, bakat, dan didukung oleh faktor lingkungan. Panglima Laskar Literasi Kota Makassar ini menekankan pentingnya membaca sebagai gerakan kultural.

‘’Di negara maju seperti Singapura, anak kecil sudah membawa tas berisi banyak sekali buku. Bangsa besar dimulai dari reading society atau masyarakat membaca. Kalau mau menjadi penulis kuncinya sederhana, banyak membaca buku,’’ ujarnya.

Sekjen Asosiasi Penulis Profesional Indonesia itu juga menekankan pentingnya kebiasaan membaca buku minimal lima belas menit setiap hari.

Muhammad Amir Jaya memaparkan tentang kehebatan dan kedahsyatan penulis yang dapat mengubah dunia melalui pena. Ketua IPM Kota Makassar itu menjelaskan bahwa melalui menulis, kita bisa berbagi ide apapun.

“Nah, pemikiran itu bila bermanfaat bagi umat, dapat menjadi ladang pahala. Melalui tulisan, kita dapat melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Pena menjadi salah satu sarana dakwah yang efektif mencerdaskan masyarakat,’’ tuturnya.

Sastrawan Makassar itu bercerita bahwa dirinya sudah aktif menulis sejak SMA, sekitar tahun 1985. Periode paling produktif menulis dirinya adalah semasa tahun 2000 hingga 2003. Ia membagikan rahasia sukses menjadi penulis, yaitu membaca, menulis, dan haqqul yaqin.

Nuraisyah Baharuddin, penulis Antologi Puisi ‘’Bukan Puisi Palsu’’, menekankan pentingnya untuk mewujudkan mimpi kita melalui karya, salah satunya berupa buku.

Ia bercerita kalau titik-balik proses kreativitasnya di dalam kepenulisan adalah beberapa hari sebelum diwisuda, ayahnya meninggal dunia. Saat itulah ia bertekad kuat untuk bangkit melalui karya.

‘’Diammu akan terungkap melalui karya, maka menulislah,’’ ujarnya ramah saat ditanya pesan kepada generasi muda.

Ketua panitia Workshop Pelakor, Muhammad Pepi, menjelaskan bahwa IPM Kota Makassar sebagai pelopor utama gerakan literasi, terutama bagi para pelajar dan mahasiswa di Makassar, melalui wadah Nuun Community.

Ia berharap keberadaan Laskar Pejuang Literasi di Kota Makassar dapat menjadi tonggak sejarah cikal-bakal kota Makassar sebagai kota literasi.

Kegiatan Workshop Pelakor berlangsung dengan sangat interaktif dan atraktif karena moderator memberikan kesempatan kepada lima peserta untuk bertanya.

Menariknya lagi, kelima penanya mendapatkan hadiah buku. Acara itu juga diisi dengan musikalisasi puisi, yakni pembacaan dua puisi oleh Muhammad Amir Jaya diiringi alunan musik lembut gubahan Kitaro.

‘’Kegiatan Workshop Kepenulisan dan penandatanganan Laskar Literasi Kota Makassar itu adalah bagian dari amanah Tuhan yang diwajibkan bagi hamba-hambaNya untuk membaca dan menuntut ilmu pengetahuan sesuai dengan QS. Al Alaq ayat 1, QS. Al Mujaadilah ayat 11, dan QS. Al Qalam ayat 1. Kegiatan ini juga merupakan sebuah inspirasi untuk membangkitkan semangat bagi mahasiswa dan pelajar untuk mencintai dunia tulis-menulis. Profesi menulis adalah pekerjaan mulia yang dijanjikan Tuhan untuk diangkat derajatnya,’’ pungkas Muhammad Amir Jaya melalui pesan singkat Whatsapp.

 

Citizen Reporter : dr. Dito Anurogo, M.Sc (peserta Workshop Pelakor, pegiat literasi, dokter digital/online, penulis 20 buku, dosen FK Unismuh Makassar)

Berita Terkait
Komentar
Terkini