Bahas Penanganan Limbah B3, Ikabio Unhas Gelar Diskusi Publik

Ikabio Unhas
Bahas Penanganan Limbah B3, Ikabio Unhas Gelar Diskusi Publik

Terkini.id, Makassar – Ikatan Alumni Biologi (Ikabio) Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama pengurus Himpunan Mahasiswa di Unhas menggelar diskusi publik terkait penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3), Kamis 28 Maret 2019 di Aula Prof Amiruddin Unhas.

Wacana darurat penanganan LB3 terkait temuan tim penegakan hukum (Gakum) Kementerian lingkungan hidup yang sudah akan digelar di pengadilan sesuai penyampaian tim Gakum, Kamil.

Acara yang dipandu Dr Eddyman Ferial ini juga dihadiri 350 orang peserta di antaranya mahasiswa lintas Universitas, praktisi dan utusan berbagai instansi (stakeholder).

Pembicara lainnya Dr Maming mengangkat tema terkait beragamnya limbah B3 yang terkadang kurang diperhatikan masyarakat seperti misalnya membuang sisa baterai yang telah aus. Padahal efek kimia yang ditimbulkan bisa membahayakan manusia.

Sementara itu Ir Yulistiono dalam pengalaman teknisnya di lapangan saat menangani persoalan LB3 berkutat pada limbah cair, padat dan gas dengan berbagai teknologi terapan perlu ketegasan dan punishment bagi para pelaku usaha industri penghasil LB3.

Sedangkan Dr Dina Agus selaku Kepala Seksi Lingkungan hidup Pemprov Sulsel yang biasa melakukan pengawasan dan pemantauan, cukup kewalahan melakukan pembinaan.

“Karena kapasitas produksi LB3 (medis) cukup memprihatinkan bagi rumah sakit pemerintah khususnya yang ada sekitar 88 RS dengan LB3 yang kian menumpuk di RS,” ungkapnya.

Alumni Biologi Unhas dirikan PT Biosfer Lestari Indonesia

Menyikapi kondisi itu beberapa Alumni Biologi Unhas menggagas perusahaan yang turut peduli pada kondisi tersebut.

PT Biosfer Lestari Indonesia (perusahaan yang didirikan oleh Alumni Biologi Unhas) dalam kepedulian terhadap isu lingkungan dan komitmen dalam penanganan limbah B3 yang diwakili oleh salah satu Direkturnya, Endhy Perdana, dalam pemaparannya menyampaikan kesiapannya mempersiapkan syarat-syarat regulasi yang ada demi membantu penyiapan jasa transporter LB3.

“Selain itu telah dirintis pendampingan mengawal penyusunan akreditasi laboratorium yang sesuai standar nasional, baik di universitas maupun pihak swasta untuk melakukan pengujian terhadap kualitas air limbah sebelum dilepaskan kelingkungan,” terangnya.

Untuk hal tersebut, kata dia, PT Biosfer Lestari Indonesia juga telah menyiapkan ahli-ahli yang tersertifikasi yang akan membantu dalam menyiapkan instalasi limbah cair.

“Harapannya kegiatan semacam ini sangat menjalin sinergi bagi mahasiswa, alumni, stakeholder dan dunia industri nantinya,” kata Siyanto, Ketua Himbio Unhas.

Berita Terkait
Komentar
Terkini