Bahas Permasalahan Wajo dari Berbagai Sektor, Wilpala Gelar Dialog

Wilpala
Bahas Permasalahan Wajo dari Berbagai Sektor, Wilpala Gelar Dialog

Terkini.id, Makassar – Wija Lamadukkelleng Pecinta Alam (Wilpala) menggelar dialog dengan menghadirkan empat pembicara dari berbagai organisasi/lembaga, Senin, 4 November 2019, di Cafe ROA, Makassar.

Keempat pembicara tersebut yakni Maskur S.H selaku Ketua PP Himpunan Pelajar Mahasiswa Wajo (Hipermawa), Harianto Ardi selaku Presiden Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo bersatu (AMIWB), Asriadi A selaku Ketua Umum Wija Lamadukkelleng Pecinta Alam (Wilpala), dan Ahmad Ramli Rumpa S.Kom selaku Ketua Harian Relawan Pendidikan Indonesi (RPI).

Dalam paparan diskusinya, Ahmad Ramli Rumpa menceritakan melalu RPI pernah berkegiatan di salah satu wilayah pesisir Kabupaten Wajo tepatnya di Akkotengeng, Kecamatan Sajoanging. M

“Wilayah itu menempuh perjalanan 4-5 jam dari Makassar dengan menggunakan kendaran roda empat, dan lanjut menggunakan perahu Selama 2 jam,” kata Ramli.

Saat tiba di Akkotengeng, ia mendapati sekolah panggung yang hampir roboh bahkan sebagian ruangan kelasnya tak bisa lagi dipergunakan dalam proses pembelajaran.

“Anak-anak SD di Akkotongeng hampir 90% tidak tahu berbahasa Indonesia dan setelah lulus tak mau melanjutkan pendidikan SMP yang memang di lokasi tersebut tidak ada SMP. Mereka harus berpisah dengan orang tua jika ingin melanjutkan sekolah,” ujarnya.

Ramli berharap adanya kolaborasi bersama Hipermawa, AMIWB, dan Wilpala dalam membangun pendidikan di Kabupaten Wajo.

“Harapan kami, saatnya berkolaborasi dalam memajukan pendidikan negeri khususnya di Wajo, Bukan saatnya berkompetisi yang tidak menghasilkan solusi,” ucapnya.

Sementara itu, Harianto Ardi selaku Presiden AMIWB menyampaikan kepeduliaannya terhadap Wajo, khususnya generasi muda yang seharusnya memiliki peran, tak hanya ikut mengkomsumsi narkoba misalnya.

Pemuda yang dikenal dengan sikap kritis dan cerdas dalam mengawal kebijakan pemerintah ini mengatakan, berbicara soal peduli pendidikan, pemerintah memiliki program 5000 beasiswa untuk generasi muda Wajo.

“Namun banyak hal yang perlu dikritisi, bukan hanya soal pendidikan, namun masih banyak hal yang menjadi permasalahan di Wajo,” tandasnya.

Asriadi A selaku Ketua Wilpala menuturkan bahwa pecinta alam bukan hanya tentang mendaki gunung, jalan-jalan, namun lebih peduli terhadap masalah yang ada, terkhusus masalah kondisi lingkungan di Wajo yang sering banjir.

“Wilpala sering turun membantu korban banjir dan ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga Lingkungan, dan seharusnya pemerintah daerah mencari solusi untuk Wajo yang sering banjir,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua PP Hipermawa Maskur mengatakan, sebagai organisasi daerah resmi Kabupaten Wajo yang tujuan utamanya adalah ikut mencerdaskan anak bangsa, Hipermawa menyambut hangat keinginan AMIWB sebagai mitra kritis, Wilpala sebagai organisasi peduli lingkungan, dan RPI sebagai organisasi peduli Ppndidikan untuk berkolaborasi dalam membangun Kabupaten Wajo.

“Karena sekarang bukan waktunya berkompetisi yang tak ada solusi,” pungkas Maskur.

Berita Terkait
Komentar
Terkini