Balla Kanrejawa Jaya Angkat Derajat Kue Tradisional Sampai Luar Negeri

Pusat Kuliner Balla Kanrejawa Jaya
Pusat Kuliner Balla Kanrejawa Jaya / Foto Terkini.id : Kamsah

Terkini.id, Makassar – Perkembangan Kuliner di Kota Makassar begitu pesat dan beragam. Banyak dari kuliner ini pun mendapat perhatian masyarakat.

Pusat Kuliner Balla Kanrejawa Jaya misalnya, tampil dengan perpaduan kue tradisional dan modern.

Balla Kanrejawa Jaya awalnya berdiri dengan nama Toko Jaya. Namun pada tahun 2007 pemilik mengubah nama kemudian fokus pada kue tradisional.

Sejak mengubah nama toko, kemudian fokus mengangkat kue tradisional, kue Bugis Makassar yang dianggap tertinggal langsung terangkat derajatnya menjadi kue kelas nasional bahkan internasional.

“Disukai banyak wisatawan,” kata Haji Ainun Jariah, Pemilik Balla Kanrejawa di Jalan Kumala II Nomor 7, Kota Makassar, Selasa 19 November 2019.

Menarik untuk Anda:

Kepada Terkini.id, Haji Ainun mengatakan, Balla Kanrejawa menawarkan ratusan jenis kue. Seperti barongko, cucur, dan kue tradisional lain.

Banyak tempat yang menjual kue tradisional di Makassar. Hanya saja yang membedakan Balla Kanrejawa dengan tempat lain adalah mengunakan bahan alami.

“Dengan kemasan yang lebih cantik, penampilan yang lebih bagus dan lebih higienis,” kata dia.

Dia mengatakan toko Balla Kanrejawa hendak mengangkat kue tradisional di mata dunia. Sebelumnya, kata dia, kue tradisional hanya dikenal sebagai kue jalanan, jarang dilirik, dan bahkan anak muda malu bila makan kue tradisional.

“Kita mau angkat ini kue tradisional supaya disukai semua orang,” katanya bersemangat.

Pusat Kuliner Balla Kanrejawa
Pusat Kuliner Balla Kanrejawa Jaya

Tersedia Juga Kue Modern

Di samping kue tradisional, Balla Kanrejawa pun menawarkan kue modern seperti roti, kue tar, dan sebagainya. Ainun mengaku hal itu ia tawarkan setelah mempelajari lidah orang Makassar.

“Orang Makassar pengen juga merasakan makanan barat. Tapi paling sebulan sekali, bukan makanan yang tiap hari dimakan. Karena baru hari kedua dimakan sudah enek,” paparnya.

“Beda dengan kue tradisional, namanya lidah Makassar pasti kita cari dan cari,” sambungnya.

Saat ini, Balla Kanrejawa telah melakukan inovasi dengan melayani pelanggan menggunakan jasa boga atau katering kue tradisional.

Berkat inovasinya, tidak heran bila Balla Kanrejawa terus diganjar penghargaan di bidang kuliner. Tahun ini Balla Kanrejawa kembali terpilih sebagai salah satu kuliner favorit di Kota Makassar.

“Kita sangat bersyukur ya karena masih mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk tetap masuk Makassar Most Favourite Culinary Award 2019 dari Makassar Terkini,” paparnya.

Penghargaan tersebut, kata dia, menjadi motivasi untuk lebih meningkatkan mutu dan pelayanan lebih baik.

Menanggapi era digital yang semakin canggih, dia mengaku terbuka dengan semua layanan online seperti GoFood dan GrabFood.

“Intinya kita ikut perkembangan karena sekarang sangat sedikit kunjungan orang ke outlet mungkin karena sibuk dan faktor segala macam,” ungkapnya.

Untuk itu, pengantaran makanan, menurut Ainun membuat Balla Kanrejawa sangat terbantu. Selain itu, dia mengatakan pihaknya juga punya armada pengantaran sendiri bila ada pesanan dari pelanggan.

“Banyak yang pesan melalui WhatsApp, dan jalur lain langsung diantarkan. Jadi semua chanel kita buka, lewat Facebook, Instagram, dan semua. Hal itu berlangsung sejak 5 tahun belakangan. Kita lihat memang tren orang mengarah ke sana,” urainya.

Terkait dengan kualitas dan harga, ia menjelaskan pihaknya menawarkan kualitas dengan nominal yang cukup murah dan terjangkau. Memang, kata dia, banyak yang lebih murah namun kualitasnya belum terjamin.

“Kanrejawa menjamin kualitasnya dan sudah kerjasama dengan hampir semua kampus di Makassar, mulai dari Unismuh, Unhas, UIN, Unibos dan lainnya, begitu pun dengan instansi lain,” kata dia.

Ainun juga mengatakan, pihaknya pun memberi pelayanan bila ada pejabat dari Jakarta, termasuk presiden.

“Kalau mereka berkunjung ke Makassar kita yang hendel,” terangnya.

Ia mengklaim, kue Balla Kanrejawa cocok untuk semua lidah orang Indonesia dan luar Indonesia. Misalnya, kata dia, ketika orang jawa mencoba barongko pasti bilang enak.

Balla Kanrejawa pun sering dijadikan tempat oleh-oleh. Ketahanan makanan bisa sampai di daerah tujuan selama 2-3 hari bila disimpan di tempat pendingin.

“Kalau perjalanannya agak jauh seperti mau ke luar negeri biasanya dibekukan dulu, kayak barongko, terus mereka bawah, sampai di sana mereka kukus ulang,” ungkapnya.

Pamer Kue Tradisional di Luar Negeri

Balla Kanrejawa pernah diutus Pemprov Sulsel ke Belanda. Mengikuti festival kuliner tahun 2019. Memperkenalkan kue tradisional di mata dunia.

“Kita tampilkan kue barongko dan makanan tradisional lain, 3 varian yang kita tampilkan dan respons orang antusias dan bilang enak. Artinya cocok untuk semua orang,” urainya.

Ia pun berharap dunia kuliner di Makassar terus berkembang, mulai dari varian yang muncul, dengan merek yang berbeda.

Terkait dengan strategi Balla Kanrejawa untuk menjaga eksistensinya, Ainun mengatakan, pihaknya selalu memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sebelum mencicipi kue  ataupun makanan harus tahu lebih dulu tahu kualitas makanan tersebut.

“Dengan maraknya kuliner bisa jadi tidak terlalu terkontrol oleh otoritas makanan. Selalu berhati-hati dalam mencicipi makanan. Kami juga sangat memperhatikan dari sisi kesehatan,” ungkapnya.

Dengan banyaknya persaingan kuliner, ia justru mengaku senang lantaran hal itu bisa menguatkan nama Makassar sebagai kota kuliner di Indonesia.

“Jadi mereka yang datang ke Makassar selain menikmati kotanya juga menikmati makanannya,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bintang Film Horor Firda Noweldin Suka Makan Bebek Palekko Cappo

Telah Dibuka Kembali, Dinghao Restaurant MYKO Sajikan Kuliner Khas Jepang ‘Sukipot’

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar