Bandara Sultan Hasanuddin Mulai Layani Penerbangan Komersial, Ini Syarat untuk Bisa Terbang

Terkini.id, Maros – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan akan kembali melayani penerbangan komersial pada Sabtu 9 Mei 2020 besok.

Namun, pembukaan layanan baru ini ditegaskan bukan untuk warga yang ingin mudik.

Sehingga, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenumi calon penumpang untuk bisa terbang dari Bandara Sultan Hasanuddin).

Salah satunya adalah harus menunjukkan hasil rapid test virus Corona (COVID-19).

Dibukanya pelayanan penerbangan komersial di Bandara Sultan Hasanuddin ini menyusul kebijakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang kembali membuka akses moda transportasi laut, darat, dan udara.

Kini pengelola Bandara Sultan Hasanuddin tengah mempersiapkan posko terpadu untuk memeriksa secara ketat para penumpang yang akan terbang.

Melansir dari akun resmi instagram Bandara Sultan Hasanuddin, disebutkan, aturan itu berdasarkan izin
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang membolehkan moda transportasi, termasuk pesawat, untuk kembali beroperasi pada Kamis, 7 Mei 2020 di masa larangan mudik agar perekonomian nasional dapat tetap berjalan.

“Namun kelonggaran bagi moda transportasi untuk beroperasi kembali ini diimplementasikan dengan pembatasan kriteria penumpang sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Beberapa kriteria yang ditetapkan untuk membatasi perjalanan penumpang, yakni dengan menunjukan surat tugas, identitas diri, dan hasil negatif Covid-19 berdasarkan Rapid Test serta melaporkan detail rencana perjalanan.

Disebutkan, juga, dikeluarkannya izin bagi moda transportasi untuk kembali beroperasi bermaksud untuk memacu mobilitas masyarakat yang mendesak dapat diakomodasi dan bukan memperbolehkan masyarakat untuk mudik. .

“Besok sudah ada satu penerbangan dari Garuda. Besoknya lagi itu dari Lion, karena memang baru ada dua maskapai yang mengajukan slot penerbangan ke pihak kami. Nah, kita juga sudah siapkan posko terpadu untuk pemeriksaan,” kata General Manager Bandara Hasanuddin Wahyudi dalam keterangannya, Jumat 8 Mei 2020 seperti dikutip dari detikcom.

Pemeriksaan ketat kepada setiap penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin mengacu pada Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 2020. Salah satu yang diatur dalam edaran Menhub tersebut ialah mewajibkan setiap penumpang menunjukkan hasil rapid test virus Corona maksimal setelah 7 hari serta surat keterangan atau instansi tempat bekerja.

“Memang syaratnya itu sangat ketat ya. Karena kan di Posko ini nantinya akan ditempatkan tenaga medis untuk mengecek kesehatan calon penumpang. Dan ada petugas yang mengecek administrasi dari instansi atau dari kantor mereka. Jadi memang harus sesuai prosedurlah,” lanjutnya.

Bagikan