Banggar sayangkan sikap Inspektorat, tak berani kurangi anggaran KPU

Ketua Banggar, Fachrudin Rangga dan Inspektur Pembantu IV Inspektorat Provinsi Sulsel, Abiding Sabang, berdebat saat berlangsung Forum Rapat Kerja di DPRD Sulsel, Senin 19 Maret 2018. /Nasruddin

Terkini.id — Badan Anggaran DPRD Sulsel sayangkan sikap Inspektorat Sulsel yang tidak mau merasionalisasikan anggaran KPU untuk menyelenggarakan Pilgub Sulsel 2018.

Bahkan, pada rapat kerja, Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Penyusunan Anggaran Daerah (TPAD) dan Inspektorat yang berlangsung di Lantai 2 Gedung Tower DPRD Sulsel, Senin 19 Maret 2018.

Alasan Inspektorat tidak mau merasionalisasikan anggaran KPU Sulsel, karena takut dibentur-benturkan dengan penyelenggara.

“Kita tidak berani mengurangi anggaran KPU, karena kami tidak mau dibentur-benturkan,” ungkap Inspektur Pembantu IV Inspektorat Provinsi Sulsel, Abiding Sabang dalam forum rapat.

Hal itulah yang membuat para anggota Banggar menyayangkan sikap Inspektorat. Ketua Banggar DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga mengatakan, hasil konsultasi Banggar ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri), anggaran KPU bisa dirasionalisasikan sepanjang terjadinya pengurangan pasangan Calon Gubernur.

“Yang diusulkan enam pasangan calon, tetapi yang terjadi hanya empat calon. Artinya anggarannya harus dikurangi. Analoginya seperti ini, pengawasan enam anak dan empat anak sama anggarannya, tentu tidak rasional,” ujar Politisi Partai Golkar ini.

Dia menjelaskan, anggaran KPU yang diusulkan ke Banggar sebesar Rp456 miliar lebih untuk enam pasangan calon, anggaran itu bersumber dari APBD Sulsel 2017. Banggar menilai anggaran tersebut bisa dirasionalisasikan hingga Rp50 miliar, dengan alasan hanya empat pasangan calon yang maju di Pilgub Sulsel.

“Kita akui kalau memang ada item yang tidak bisa dikurangi anggarannya, misalnya honor penyelanggara. Tetapikan ada yang item yang bisa dikurangi, salah satunya alat peraga,” jelasnya.

Olehnya itu, dia meminta, Inspektorat dan Tim TPAD untuk sama-sama merasionalisasikan anggaran KPU untuk menyelanggarakan Pilgub Sulsel tahun ini.

“Mari kita sama-sama menghitung, berapa hasil hitungan Banggar, TPAD, Inspektorat dan KPU. Kalau hasil rasionalisasi Banggar tetap bertahan diangga Rp50 milliar.” pungkasnya.

Rapat kerja tersebut akan dilanjutkan pada hari Kamis 22 Maret 2018, dengan memaparkan hasil rasionalisasi anggaran Pilgub.

Komentar

Rekomendasi

Cegah Covid-19, DPR Dan KPU Sepakati Tunda Pilkada Serentak 2020

Aliansi Mahasiswa Cinta Demokrasi Gelar Deklarasi Pilkada Damai Berintegritas 2020

Mahasiswa Wajib Mengontrol Jalannya Demokrasi Pilkada Serentak 2020

Pemuda Sebagai Benteng Pelindung Publik dari Hoax

Parpol Diminta Tidak Usung Cakada Terindikasi Korupsi

Amirullah Nur Penantang Kuat di Pilkada Maros

Gerindra Sulsel Kirim nama Calon Kepala Daerah ke DPP

Appi Dorong Sistem Kesehatan Berbasis Digital

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar