‘Bank Sulselbar Apps’, Uang Elektronik Berbasis Ponsel dari Bank Sulselbar

Terkini.id, Makassar – Bank Sulselbar kini resmi melayani transaksi dengan menggunakan alat pembayaran digital e-money (uang elektronik). Aplikasinya bisa diunduh di playstore.

Bank Sulselbar Apps diluncurkan di Soppeng, pada Senin 17 Desember 2018.

Direktur Utama Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat menjelaskan, peluncuran aplikasi Bank Sulselbar tersebut sengaja dilakukan di Soppeng karena bertepatan dengan kegiatan bertaraf internasional, yakni Festival Budaya dan Seminar Internasional La Galigo.

“Aplikasi Bank Sulselbar Apps adalah produk Bank Sulselbar Apps yang berbasis uang elektronik (e-money) yang dapat digunakan untuk transaksi online melalui aplikasi mobile,” jelasnya.

Untuk menghadirkan layanan e-money tersebut, Bank Sulselbar bekerja sama dengan t-money, layanan uang elektronik dari PT Telkom Indonesia.

Fitur Bank Sulselbar Apps

Dengan mengunduh dan menginstal aplikasi Bank Sulselbar, pengguna bisa melakukan berbagai transaksi.

Transaksi tersebut mulai dari top up Go-Pay, bayar booking tiket transportasi, bayar tagihan (listrik, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dan PDAM), beli pulsa, transfer dana bank, belanja online, belanja di minimarket dan gerai-gerai, hingga melakukan donasi.

Cara Daftar

Pengguna bisa menggunakan layanan e-money Bank Sulselbar dengan cara mengunduh aplikasinya, lalu melakukan registrasi, dan login sesuai petunjuk yang tercantum.

Top Up Saldo

Untuk melakukan top up saldo, pengguna bisa memulainya dengan log in t-money Bank Sulselbar.

Selanjutnya, pilih ikon top up, pilih nominal, pilih metode bayar, kemudian pilih channel bank. Dengan memilih channel bank, pengguna akan menerima kode top up.

Kemudian, pengguna ke ATM. Di layar ATM, pengguna meimlih pembayaran telepon, lalu pilih pembayaran telkom/flexy/speedy, kemudian masukkan kode tambah saldo.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Ekobis

Infografik: Bank Sulselbar Digoyang Pemilik Saham

Terkini.id, Makassar - Bank Sulselbar mendapat sorotan dari pemilik saham pengendali, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.Buntutnya adalah keputusan memberhentikan Andi Muhammad Rahmat dari posisi Direktur