Bank Sulselbar Luncurkan Mobile Banking, Bayar Samsat Bisa via Ponsel

Pemimpin Grup Bank Sulselbar, Muhammad Iqbal, berbicara pada press conference launching Mobile Banking Bank Sulselbar, Jumat 12 Oktober 2018.

Terkini.id, Makassar – Bank Sulselbar terus bertransformasi untuk bisa menyamai fasilitas dan pelayanan bank-bank umum.

Bank Sulselbar resmi melakukan soft launching mobile dan internet banking di Kafe Numericca 29, Jalan Botolempangan Makassar, pada Jumat 12 Oktober 2018.

Meskipun sudah soft launching, layanan mobile banking milik Bank Sulselbar tersebut sebenarnya sudah bisa diunduh di playstore atau ios untuk digunakan para nasabah sejak 20 September 2018 lalu.

Mobil banking Bank Sulselbar secara umum punya fitur-fitur pelayanan yang ada pada sejumlah mobile banking di bank-bank umum, khususnya bank BUMN.

“Nasabah kini bisa bertransaksi lebih banyak di mobile banking, seperti transfer, cek saldo, serta layanan-layanan lain yang di luar office hour,” terang Pemimpin Group IT Bank Sulselbar, Muhammad Iqbal saat menggelar konferensi pers, di Numericca.

Bahkan, kata dia, ada beberapa layanan yang bisa dilakukan dengan mobile banking Bank Sulselbar, seperti pembayaran pajak kendaraan bermotor e-samsat.

Warga Sulsel yang ingin bayar pajak kendaraan di Samsat, bisa lewat ponsel yang terinstal Mobile Banking Bank Sulselbar,” tambah dia lagi.

Selain bayar samsat, nasabah Bank Sulselbar juga bisa melakukan top up di aplikasi uang elektronik OVO.

“Beberapa layanan lainnya yang akan segera kita hadirkan di mobile banking, adalah pembayaran PDAM Makassar, transaksi di Bukalapak, hingga transaksi dan tarik dana di supermarket,” katanya.

Saat Press Conference, Muhammad Iqbal didampingi Direktur Pemasaran dan Syariah Bank Sulselbar Rosmala Arifin, Direktur Kepatuhan Asril Azis, serta Pemimpin Group Treasury, Irmayanti Sulthan.

Sudah 5.900 Kali Diunduh

Iqbal juga mengungkapkan, sejak diluncurkan 20 September lalu, tercatat aplikasi tersebut sudah diunduh hingga 5.900 kali.

“Dari 5.900 kali tersebut, sudah 3.900 nasabah yang melakukan registrasi. Karena untuk bisa mengaktifkan mobile banking ini, nasabah tentu harus diverifikasi dengan tatap muka. Harus datang ke kantor untuk menemui karyawan kita,” katanya.

Angka 3.900 pengguna yang meregistrasi tersebut memang terbilang masih kecil, mengingat jumlah total nasabah pemegang kartu ATM Bank Sulselbar mencapai hingga 150 ribu akun.

Hadapi Disrupsi

Rosmala Arifin, mengungkapkan, langkah meluncurkan mobile banking merupakan upaya digitalisasi layanan, di tengah disrupsi bisnis bank yang sedang terjadi.

Dia berharap, digitalisasi layanan itu bisa menopang pendapatan dari sisi komisi atau fee base income. Dia optimis, fee base income bisa meningkat dan berkontribusi hingga 15 persen dari total pendapatan perseroan.

Meski begitu, Irmayanti Sulthan menegaskan, mobile banking tersebut diluncurkan lebih karena keinginan meningkatkan loyalitas pelanggan. Untuk kepentingan-kepentingan yang bersifat jangka panjang.

“Mobile banking ini tujuannya untukg long-term. Untuk customer loyalty, brand image, dan lain-lain,” tambahnya lagi.

Berbasis SIM Provider

Muhammad Iqbal menuturkan, Layanan yang diluncurkan perusahaan berbasis kartu SIM provider seluler, lalu validasi secara langsung pada jaringan kantor fisik sehingga lebih menjamin kemanan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan berbasis digital.

Berita Terkait