Ulang Tahun Bantaeng

Bantaeng tumbuh menjadi pusat pendidikan dan perdagangan

Menginjak usia ke-763, Hari Jadi Bantaeng kali ini mengusung tema "Kembalinya Kejayaan Bantaeng". Tema tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk mengembalikan kejayaan Bantaeng yang pernah menjadi pusat pendidikan dan perdagangan

TERKINI.id, BANTAENG – Dikemas berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bantaeng memperingati hari jadi ke-763 dengan meriah. Berbagai rangkaian acara dihelat. Puncak perayaannya dilangsungkan di Pantai Seruni Bantaeng, yang merupakan salah satu ikon wisata Bumi Butta Toa.

Menginjak usia ke-763, Hari Jadi Bantaeng kali ini mengusung tema “Kembalinya Kejayaan Bantaeng”. Tema tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk mengembalikan kejayaan Bantaeng yang pernah menjadi pusat pendidikan dan perdagangan di bagian Selatan Sulawesi Selatan.

Dari fase tahun ke tahun selama periode 2008 hingga saat ini, tentunya progres pembangunan telah dirasakan bersama baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. “Oleh karena itu, momentum kejayaan ini menjadi persembahan utama saya selama kurang lebih 10 tahun di Kabupaten Bantaeng,” ujar Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Kamis 7 Desember 2017.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kesra Provinsi Sulawesi Selatan, Salim, yang pada kesempatan tersebut mewakili Gubernur Sulsel, menghaturkan apresiasi atas keberhasilan pemerintah daerah Bantaeng yang telah meraih pengakuan melalui penganugerahan berbagai penghargaan di tingkat nasional.

Baca :Bupati Bantaeng serahkan Ranperda Perubahan APBD 2017 dan Ranperda Pokok 2018.

“Upaya pemda menjadikan Kab. Bantaeng sebagai pusat pertumbuhan ekonomi saya kira telah berhasil dicapai. Ini tentu berkat kepemimpinan yang baik didukung dengan dorongan masyarakat Bantaeng itu sendiri”.

Kabupaten Bantaeng bisa dikatakan telah berhasil melakukan pembangunan disegala bidang, baik layanan kesehatan, perekonomian, kepariwisataan, termasuk bidang pelayanan publik. Ini menjadikan Bantaeng sebagai daerah sasaran studi banding pemerintah kabupaten/kota serta pemerintah pusat, untuk melihat lebih dekat inovasi yang sedang berkembang guna diterapkan di daerah masing-masing, atau bahkan menjadi program nasional.

Pelaksanaan Hari Jadi ke-763 tahun ini dirangkaikan dengan pelaksanaan pameran pembangunan dan berbagai kegiatan budaya lokal Bantaeng yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Bantaeng. Oleh karena itu momentum kejayaan ini menjadi titik awal untuk membawa Bantaeng menjadi sebuah daerah yang maju dan menjadi icon di telapak kaki Pulau Sulawesi.

Pada perayaan Hari Jadi ini, dilakukan pula penyematan peniti emas kepada beberapa tokoh berprestasi, antara lain yaitu penghargaan tokoh berprestasi peduli masyarakat Bantaeng diberikan kepada Mr. Yudakasu Futagami selaku Senior Vice Presiden Ehime Toyota Jepang. Tokoh prestasi pengabdian bidang kesehatan diberikan kepada dr. Almudai. Tokoh prestasi pengabdian bidang pendidikan diberikan kepada Syamsu Alam selaku Kepala BAPPEDA Bantaeng.

Baca :Nurdin Abdullah jadi Dewan Pakar Majelis Agung Raja Indonesia

Tokoh prestasi Aparatur Sipil Negara diberikan kepada Afris selaku Inspektur Daerah. Tokoh prestasi pelayanan publik tingkat desa dan kelurahan diberikan kepada Rahmat Ikhtiar. Tokoh prestasi pelayanan publik tingkat kabupaten diberikan kepada Muslimin selaku Kepala BPBD Bantaeng. Tokoh perempuan diberikan kepada Hj. Liestiaty F. Nurdin selaku Ketua TP.PKK Bantaeng. Terakhir, penghargaan tokoh pembangunan yang diberikan kepada H.M. Nurdin Abdullah selaku Bupati Bantaeng.

Turut hadir pada perayaan tersebut antara lain Wakil Bupati Bantaeng, H. Muhammad Yasin, Ketua GOW Bantaeng, Hj. Aisyah Yasin, unsur Forkopimda Bantaeng, para Anggota DPRD Provinsi Sulsel, para mantan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng, Ketua DPRD Bantaeng, H. Sahabuddin, Wakil serta para anggota DPRD Bantaeng, Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng, Ruslan Hendra Irawan, Sekretaris Daerah Bantaeng, Abdul Wahab, Ketua DWP Bantaeng, Vinka Nandakasih, para Raja Ketua Adat dari seluruh pelosok Sulawesi Selatan serta ratusan masyarakat Bantaeng.

diva