Banyak Pasien Covid-19 Meninggal karena Serangan Jantung, Riset Ini Ungkap Fakta-faktanya

Terkini.id, Jakarta – Dalam sejumlah kasus meninggalnya pasien covid-19, tidak sedikit di antaranya juga diakibatkan oleh penyakit jantung.

Sebuah studi kini menegaskan bahwa virus Corona COVID-19 bisa merusak organ inti pada tubuh, yaitu jantung. 

Hal tersebut dibuktikan lewat pemindaian jantung lebih dari separuh pasien COVID-19 yang memang menunjukkan adanya kondisi yang tak normal pada jantung.

Studi yang didanai British Heart Foundation (BHF), para peneliti dari British Hearth Foundation Centre of Research Excellent, University of Edinburgh tersebut menemukan 55 persen dari 1.261 pasien yang ikut dalam studi mengalami perubahan yang abnormal. Bahkan, 1 dari 7 pasien menunjukkan adanya disfungsi parah pada jantung.

Berdasarkan data studi dari 69 negara tersebut, mayoritas pasien yakni sekitar 901 orang belum pernah didiagnosis memiliki masalah jantung sebelumnya. 
Hal tersebut membuat para ilmuwan terkemuka menyimpulkan bahwa COVID-19 terbukti bisa mempengaruhi jantung secara serius.

Menarik untuk Anda:

“Penyakit COVID-19 yang serius ini bisa menyebabkan kerusakan pada jantung dan sistem peredaran darah,” kata Dr Sonya Babu-Narayan, direktur BHF dan ahli jantung, dikutip dari Independent, Rabu 15 Juli 2020.

“Kami perlu memahami lebih dalam lagi terkait penyebab kerusakan ini. Sehingga, kami bisa memberi perawatan yang tepat. Baik untuk jangka pendek ataupun panjang,” lanjutnya lagi.

Dari hasil penelitian tersebut, peneliti melihat kelainan pada jantung pasien COVID-19 ditemukan hampir merata, antara ruang jantung kiri dan kanan. Tetapi, hal ini tidak bisa langsung menyimpulkan seberapa umum kondisi ini pada pasien lain. 

Para peneliti pun curiga pasien yang mengalaminya memang sudah mempunyai komplikasi jantung.

“COVID-19 adalah penyakit multi-sistem yang kompleks, bisa memiliki efek yang mendalam pada banyak bagian tubuh. Termasuk jantung,” terang pemimpin dalam penelitian tersebut, Profesor Marc Dweck.

Dalam perawatan kondisi ini, para dokter bisa melakukan prosedur echocardiograms. Echocardiograms adalah tes untuk melihat gelombang frekuensi (ultrasound) dari bilik-bilik jantung, untuk memeriksa adanya kerusakan pada katup jantung.

Akan tetapi, menurut Profesor Dweck, banyak dokter yang ragu untuk melakukan tes pada pasien COVID-19. Alasannya karena tes ini adalah prosedur tambahan yang harus kontak dekat dengan pasiennya.

Profesor Dweck mengatakan, kerusakan jantung memang bisa terjadi pada pasien flu parah. Tetapi, para peneliti terkejut setelah melihat banyaknya pasien COVID-19 yang mengalami kerusakan serta disfungsi parah pada jantung.

“Saat ini, kita perlu memahami mekanisme yang tepat untuk kerusakan ini. Apakah bisa dilawan atau ini termasuk dampak panjang dari infeksi COVID-19 pada organ inti ini,” imbuhnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

JEC Eye Hospitals Jadi Sentra Kesehatan Mata Terbesar di Sulsel

Sayur Ini Harus Segera Dimakan Jika Tidak Menjadi Racun

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar