Bareng MT Mulia Sejahtera, LDII Gelar Sosialisasi Ekonomi dan Pembiayaan Syariah

LDII
Bareng MT Mulia Sejahtera, LDII Gelar Sosialisasi Ekonomi dan Pembiayaan Syariah

Terkini.id, Makassar – Islam telah mendorong umatnya menjalahkan prinsip ekonomi syariah. Dalam bermuamalah, seorang muslim diarahkan untuk menjauhi praktik-praktik yang mengandung unsur riba. Adapun riba menjerumuskan pelakunya pada kebangkrutan.

Sekaitan dengan itu, Pengurus Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Mulia Sejahtera bekerjasama dengan Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Panakkukang menggelar sosialisasi BMT.

Dalam riba, ada 70 tingkatan dosa. Dosa riba yang paling ringan adalah seperti seorang laki-laki yang menikahi ibunya. Rasulullah melaknati orang yang makan riba, orang yang memberi makan pada riba, saksinya riba, juru tulisnya riba. Mereka mendapatkan dosa yang sama.

Adapun dewan syariah BMT Mulia Sejahtera Ustad Arda Usman mengatakan, riba adalah perbuatan mengambil harta orang lain tanpa menggantinya.

Meninggalkan riba, kata Arda, berarti melindungi harta orang lain dimakan dengan cara batil. Selain itu, menjauhkan diri dari siksa akibat riba dan membuka pintu kebaikan terhadap sesama muslim.

“Hikmah menjauhi riba yaitu memotivasi untuk berinvestasi pada usaha-usaha yang bersih dan menutup pintu terhadap hal-hal yang menyebabkan permusuhan terhadap sesama,” katanya di Masjid Nurul Hakim, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 November 2018.

Dewan Pengawas Syariah BMT Mulia Sejahtera, Ustad Hasan Risa mengatakan, tidaklah sama antara jual beli dan riba. Allah SWT menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang yang terlibat dalam riba, katanya, memperoleh dosa yang sangat besar.

“Paling rendahnya dosa riba adalah seperti menzinai ibu kandung,” paparnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Drs Hidayat Nahwi Rasul MSi dan Manajer BMT Mulia Sejahtera Ridwan Nurdin SE. Hadir pula dewan syariah BMT Mulia Sejahtera Ustad Hasan Risa dan Ustad Arda Usman.

Dalam kesempatan yang sama, Manajer BMT Mulia Sejahtera Ridwan Nurdin SE mengungkapkan 3 prinsip dalam menjalankan manajemen koperasi syariah BMT Mulia Sejahtera. “

Akadnya syariah, perilakunya syariah, dan operasionalnya syariah,” tuturnya.

Pihaknya menyampaikan perkembangan pembiayaan syariah di lingkup BMT Mulia Sejahtera. Nasabah maupun pengurus BMT harus berperilaku syariah. Bagi nasabah, perilakunya mencerminkan orang islam seutuhnya.

“Ia berusaha membayar tepat waktu, tidak khianat, tidak ingkar janji, tidak berbohong, dan tidak melakukan penipuan,” katanya.

Adapun perilaku pengurus BMT antara lain, mencerminkan sikap yang jujur, amanah, kerja keras lagi hemat (mujhid muzhid), rukun, kompak, kerjasama yang baik. Selain itu, profesional, religius, berusaha mendekatkan diri pada Allah SWT, dan meminta pertolongan dari-Nya.

Ihwal operasional, kata Ridwan, BMT sepatutnya tidak berubah-ubah akadnya. Seperti yang telah disepakati diawal. Hanya sekali akad. Selanjutnya, selalu berkomunikasi, berkonsultasi, dan berkoordinasi dengan dewan syariah dan dewan pengawas dalam menjalankan usaha ataupun pembiayaan lainnya.

Disamping itu, melakukan pengecekan bersama secara berkala sesuai prinsip-prinsip syariah. Selanjutnya, menyajikan data aktual yang dapat dipertanggungjawabkan. Lalu, memiliki prinsip kehati-hatian dan profesional dalam mengelola dana nasabah.

Visi BMT Mulia Sejahtera, kata Ridwan, menjadi koperasi syariah yang amanah, profesional, dan religius. Sedangkan misinya yaitu menjalankan dan menegakkan prinsip-prinsip syariah dalam menjalankan usaha guna membantu anggota menjauhi muamalah ribawi.

Lebih lanjut, memberikan pelayanan yang maksimal kepada nasabah dan semua anggota koperasi. Kemudian, memuliakan dan menyejahterakan karyawan dan semua anggota koperasi (saling tolong menolong), sehingga dapat makmur, sejahtera, ekonomi kuat, mandiri, dan selamat dari riba.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Gowa

Pemkab Gowa Peringati Harhubnas, Begini Harapan Muchlis

Terkini.id,Gowa - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa Muchlis mengatakan peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) harus dimaknai sebagai momentum untuk merenungkan kembali kinerja-kinerja yang telah dilakukan.
Gowa

Ini Cara Pemkab Gowa Cegah Masalah Hukum Perdata

Terkini.id,Gowa - Sebagai bentuk pendampingan atas semua program-program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, pihaknya menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa untuk melakukan penandatanganan dua nota kesepakatan