Barongko ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia

Kue Barongko ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia. Penetapan ini diberikan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

TERKINI.id, MAKASSAR – Kue Barongko ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia. Penetapan ini diberikan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pengakuan ini merupakan upaya perlindungan warisan budaya di Indonesia agar tidak punah. Sertifikat Barongko sebagai warisan budaya bernomor 60128/MPK.E/KB/2017

Barongko merupakan makanan khas Bugis-Makassar yang terbuat dari pisang. Dihaluskan kemudian dicampur telur, santan, gula pasir, dan garam. Kemudian dibungkus daun pisang lalu dikukus. Jika sudah matang, Barongko biasa disimpan dalam kulkas. Enak dimakan dalam kondisi dingin.

Dalam sertifikat tersebut, Barongko disebut sebagai warisan budaya dari Provinsi Sulawesi Selatan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan 150 warisan budaya takbenda yang diakui negara untuk tahun ini.

Seratus lima puluh warisan budaya tak benda itu terdiri dari beragam tradisi dan ekspresi lisan, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritus, perayaan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta, serta kemahiran kerajinan tradisional.

Warisan budaya takbenda ini minimal harus diturunkan lebih dari dua generasi.

Baca :Sosialiasi kuliner Wajo, PKK Wajo gelar Festival Danau Tempe

Daftar 150 warisan budaya takbenda ini merupakan peninggalan yang terpilih setelah melalui seleksi dari 416 usulan yang datang dari seluruh daerah di Indonesia.

Sertifikat Barongko sebagai warisan budaya Indonesia

“Sebanyak 150 karya budaya yang ditetapkan, sudah melalui proses sejak awal tahun ini dengan berbagai pertimbangan,” kata Ketua Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2017 Pudentia MPSS.

Pudentia menjelaskan proses seleksi itu diawali dengan pemeriksaan kelengkapan berkas berupa naskah akademik yang berisi latar belakang sejarah, foto atau rekaman, tahapan dan perkembangan kebudayaan.

Jika berkas sudah dinyatakan lengkap, seleksi berlanjut ke tahap verifikasi.

Tim ahli yang berjumlah 15 orang kemudian melakukan pengecekan langsung ke lapangan atau daerah untuk membuktikan kebenaran naskah akademik. Keunikan dan kekhasan juga menjadi salah satu pertimbangan penetapan.

Usai verifikasi, tim ahli melakukan Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda pada 21-24 Agustus lalu di Jakarta. Sidang itu juga diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah dari 34 provinsi di Indonesia.

Pudentia berharap agar pemerintah daerah semakin memberi perhatian untuk warisan budaya takbenda dengan membentuk tim ahli di tingkat provinsi.

Baca :Kekayaan kuliner khas Makassar, 10 makanan khas ini paling diminati

Alih-alih mendapatkan dana, 150 daftar warisan budaya takbenda ini bakal mendapatkan sertifikat pengakuan. Warisan budaya ini juga bakal menjadi cikal bakal budaya Indonesia untuk diajukan ke PBB agar diakui dunia.

Pudentia menjelaskan ini merupakan bentuk gengsi dan motivasi bagi pemerintah daerah untuk menjaga, melindungi dan mengembangkan warisan budaya takbenda.

Dengan pengakuan terhadap 150 warisan budaya takbenda ini, Indonesia sudah mencatatkan total 594 karya budaya yang sudah diakui sejak 2013. Tahun lalu, juga terdapat 150 warisan budaya takbenda yang diakui.