Basah Kuyup, Mahasiswa Unhas Tetap Ikut Program TMMD Di Selayar

KKN Unhas
Mahasiswa Unhas peserta KKN BN-TMMD

Terkini.id, Selayar – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bontosikuyu dan sekitarnya, tak menjadi batu sandungan bagi personil TMMD 102 tahun 2018 untuk tetap berkonsentrasi dan memfokuskan perhatian pada upaya percepatan pengerjaan pembangunan jembatan Sungai Pusobang, Desa Laiyolo Baru, yang dikerjakan bersamaan dengan bangunan pondasi pengaman jalan di Kampung Dodaiyah dan Desa Laiyolo Baru.

Sabtu, 14 Juli 2018, sedikitnya tujuh puluh orang rombongan mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Hasanuddin Makassar yang dipimpin Prof Dr drg Andi Zulkifli MKes juga turut serta dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Seakan tidak ingin kalah oleh semangat dari gabungan satuan TNI, rombongan mahasiswa berjas almamater merah tersebut, bahkan merelakan jas almamaternya basah kuyup di tengah derasnya hujan yang mengguyur lokasi TMMD 102.

Rombongan mahasiswa dikenal acap turun ke jalan menyuarakan aksi unjuk rasa itu bahkan tak sungkan berjalan kaki pulang-pergi lokasi TMMD dengan menempuh jarak sepanjang kurang lebih lima kilometer tanpa memperdulikan guyuran hujan deras yang membasahi tubuh mereka.

KKN Unhas
Mahasiswa KKN Unhas ikuti program TMMD di Selayar

Mahasiswa sempat ditawari Dansatgas TMMD 102 untuk diantar ke base camp masing-masing

Dua rombongan mahasiswa yang sempat berpapasan dengan Dansatgas TMMD 102, Lekol Armed Yuwono, bahkan sempat ditawari untuk diantar kembali ke base camp masing-masing dengan menumpangi mobil dinas Dandim 1415/Kepulauan Selayar.

Namun karena alasan lokasi base camp mereka yang letaknya tidak berjauhan dengan lokasi TMMD, kedua rombongan mahasiswa tersebut, lebih memilih untuk kembali dengan berjalan kaki.

Melihat kebesaran semangat rombongan mahasiswa Unhas Makassar, Dansatgas TMMD 102, Letkol Armed Yuwono, berinisiatif untuk membagi dua kelompok mahasiswa untuk mengisi kekosongan tenaga guru pengajar di Kampung Dodaiyah.

“Mereka akan mulai efektif mengisi kekosongan tenaga guru pengajar pada hari Jum’at, 13 Juli 2018 hingga satu bulan kedepan”,jelas Letkol Armed Yuwono

Berita Terkait