Batas waktu pembayaran tebusan habis, video sandera Abu Sayyaf beredar

Kelompok Abu Sayyaf menyandera tiga warga Indonesia beberapa waktu lalu/ ist

Terkini.id, Bulukumba – Beredar video yang diduga kuat merupakan korban sandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Mereka yang jadi korban sandera adalah warga Bulukumba. Subandi, Hamdan, dan Suparling.

Seperti yang diberitakan di stasiun tv nasional Metro TV, memperlihatkan kondisi terakhir Subandi dan kedua rekannya.

Di dalam video tersebut tampak ketiga korban sedang jongkok dan dikelilingi sejumlah orang bersenjata laras panjang. Menjaga sandera dengan memakai penutup wajah.

Dalam video tersebut Subandi juga meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia agar segera membebaskan mereka. Karena batas waktu yang telah habis dan nyawa mereka akan terancam.

“Kami minta tolong ke Presiden Joko Widodo untuk cepat membebaskan kami. Karena batas waktu sudah hampir habis. Kalau waktu sudah habis, kepala kami akan dipenggal. Kami tidak mau mati di sini, kalau kami mati disini keluarga kami di kampung mau makan apa,” kata Subandi.

Baca juga:

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal mengaku sudah mengetahui perihal video amatir tersebut. Meski demikian Iqbal mengaku tak ingin menanggapi video tersebut.

“Kami tidak ingin menanggapi video tersebut. Seperti yang selalu kami sampaikan, kami ingin fokus mengupayakan pembebasan ketiga sandera,” kata Iqbal kepada awak media.

Subandi dan kedua rekannya Hamdan dan Suparling diculik pada 18 januari 2017 lalu saat menangkap ikan di Kepulauan Taganak, Sabah, Malaysia.

Subandi mengaku, pihak perusahaan tempatnya bekerja tak pernah peduli dengan nasib mereka. Olehnya itu mereka hanya meminta tolong kepada pemerintah Indonesia agar segera mengupayakan pembebasan. Apalagi telah habis batas waktu yang diberikan kelompok militan tersebut.

Komentar

Rekomendasi

Dokter di Italia Ungkap, Virus Corona Sudah Lemah dan Tidak Lagi Mematikan

Akibat Polisi Siksa Pria Kulit Hitam, Kerusuhan Kini Meluas Hampir di Seluruh AS

Sempat Batal karena Covid-19, Pasangan Dokter-Perawat Ini Akhirnya Menikah di Rumah Sakit

Heboh Tukang Cukur Tularkan Virus COVID-19 ke 91 Orang, Benarkah?

Peneliti Top Australia Temukan Adanya Keanehan di Virus Corona

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar