Bayi pertama wanita ini lahir dari rahim mertuanya

boredpanda.com

Terkini.id – Seorang wanita berusia 29 tahun di Arkansas, Amerika Serikat, Kayla Jones, sukses memiliki seorang bayi yang bukan dilahirkan dari rahimnya.

Anehnya, anak pertama Kayla Jones tersebut justru dikandung dan lahir dari rahim mertuanya.

Dilansir dari boredpanda.com, Kayla Jones dikabarkan sangat ingin memiliki anak. Sayangnya, saat usianya menginjak 17 tahun, dia pernah menjalani operasi histerektomi parsial.

Operasi tersebut membuat sebagian rahimnya harus diangkat, sehingga berat bagi dirinya untuk hamil. Makanya, setelah menikah dengan Cody, dia pun tak kunjung mendapat momongan.

Namun, pasangan ini tidak menyerah. Ada solusi yang dipilih, yakni mencari ibu pengganti atau surrogate mother.

“Indung telurku tidak harus diangkat, jadi aku masih bisa punya anak kandung. Namun aku tak bisa mengandungnya sendiri,” papar Kayla. Itulah alasan Kayla dan suamiku harus mencari orang yang bisa menjadi ibu pengganti.

Sudah beberapa kali mencoba ibu pengganti tapi selalu gagal. Sampai akhirnya Kayla dan suami mulai memperhitungkan kerabat dan anggota keluarga terdekat.

Baca :Kenalan lewat telpon, Miranti tega buang bayinya

“Aku dan suami menikah tahun 2012, dan ibu mertuaku selalu bercanda ingin menjadi ibu pengganti kami,” ujar Kayla.

Setelah beberapa kali tidak menemukan “ibu pengganti” itu, dia pun mulai memperhitungkan ibu mertuanya.

Akhirnya setelah menjalani serangkaian tes, ibu Cody, Patty dinyatakan bisa menjadi ibu pengganti. Di awal percobaan sempat gagal. Namun kemudian setelah mencoba kembali, akhirnya berhasil.

boredpanda.com

Bulan Mei 2017 lalu menjadi hari yang bersejarah karena akhirnya Patty hamil.

Tujuh bulan kemudian, bayi laki-laki yang diberi nama Kross Allen Jones lahir itu melalui operasi caesar.

“Aku bahagia sekali dengan keajaiban ini. Memilikinya melalui surogasi tidaklah mudah, dan jelas sulit untuk Patty, tapi memilikinya saat ini telah membuat semua masa sulit itu terbayar,” cerita Kayla.

boredpanda.com

Tentang surrogate mother

Surrogate mother merupakan hasil dari perkembangan ilmu kedokteran. Surrogate mother, atau ibu pengganti ini, berkembang sejak diketemukannya cara-cara pengawetan sperma, dan cara pembuahan luar rahim (in vitro fertilization) yang dikenal dengan program bayi tabung.

Baca :Astagfirullah... Orok ditemukan di WC rumah sakit Soppeng

Program bayi tabung dilakukan oleh pasangan yang sah, di mana hasil pembuahan di luar rahim (zygote) akan dikembalikan kepada wanita yang mempunyai sel telur (ovum), yaitu ibu biologisnya.

Program bayi tabung banyak dimanfaatkan oleh pasangan yang tidak mempunyai keturunan (infertilitas primer) dengan si istri tidak mungkin dapat mengandung atau membesarkan janinnya di rahimnya sendiri.

Karenanya, si istri memerlukan rahim wanita lain untuk membesarkan janin dengan memberikan sejumlah imbalan materi berdasarkan suatu perjanjian: bila sudah melahirkan, maka anak tersebut harus dikembalikan kepadanya. Begitulah istilah surrogate mother.

Sayangnya, di Indonesia, surrogate mother tidak diperbolehkan. Mengacu pada pasal 16 UU No.23 Tahun 1992 tentang kesehatan dan Keputusan Menteri Kesehatan No.72 / Menkes / Per / II / 1999, praktik surrogate mother dilarang.