Beda Pendapat soal Ledakan Jumlah Penduduk

MUNGKIN ada yang tidak tahu bahwa Thomas Robert Malthus (1766-1834) – sang ‘nabi bahaya ledakan jumlah penduduk’ – adalah seorang pendeta.

Ia antara lain mengatakan bahwa dorongan seksual pria-perempuan yang tidak terkendali adalah salah satu penyebab ledakan jumlah penduduk.

Dan, ledakan jumlah penduduk adalah penyebab kemiskinan.

Untuk meredam ledakan jumlah penduduk, salah satu anjurannya ialah: hubungan seksual pasangan suami-isteri yang bertarak.

Pendapat umum pada masa Malthus ialah: tidaklah layak bagi seorang rohaniwan berbicara tentang hubungan seksual dan pertambahan jumlah penduduk.

Berada dalam situasi semacam ini, pada awalnya tulisan Malthus disampaikan kepada publik di bawah nama samaran.

Bukannya ia tidak berani menyatakan kebenaran, melainkan ia arif dalam menyatakan pendapatnya.

Di samping pendapat umum di atas, ada penguasa ketika itu yang seratus persen berbeda pendapat dengan Malthus.
Penguasanya tidak lain adalah Perdana Menteri William Pitt (1759-1806). Menurut Pitt, sumber kesejahteraan sebuah negara adalah jumlah penduduknya.

Oleh karena itu, ia menyarankan undang-undang yang mewajibkan negara memberikan bantuan finansial kepada keluarga yang beranak banyak.

Dengan demikian adalah sangat arif bagi Malthus untuk berhati-hati menyatakan pendapatnya kepada masyarakat umum. Apa pelajarannya?

Renungan: Apa yang benar atau salah belum tentu arif untuk dinyatakan secara gamblang di depan umum, terutama pada tahun politik seperti sekarang ini, demi utuhnya NKRI.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Rekor 8 Menit di Bilik Suara

KORAN hampir mati. Tapi kertas suara masih lebih lebar dari koran. Zamannya digital. Generasinya millennial. Tapi coblosannya masih pakai paku.Itulah pemilihan umum Indonesia tahun
Opini

Kunci Partai Demokrat Ada di Megawati

HANYA dengan anggukan kepala tanpa kata dari Megawati, dalam hitungan detik Demokrat bakal dukung Jokowi. Tapi itu hampir muskil terjadi. Karena SBY begitu menyakiti
Opini

Dewasa dalam Berdemokrasi

DALAM sistem demokrasi, kekuatan politik itu bukan melulu berasal dari lembaga formal tetapi juga lembaga informal seperti media massa.Media massa adalah kekuatan keempat dalam
Opini

Dahlan Iskan: Move On

SIAPA pun yang menang, yang kalah adalah hoax.Yang juga kalah adalah fitnah.Begitu pemilu ini selesai, hoax pasti tidak begitu laku lagi. Lalu-lintas fitnah akan
Opini

Militansi Dalam Berdemokrasi

Terkini.id,Makassar - Saat momen politik seperti ini antusias masyarakat begitu sangat tinggi dalam mendukung calonnya masing-masing. Bahkan pada timgkatan tertentu masing-masing pendukung mengalami sebuah
Opini

Netralitas Mahfud MD

"SAYA perkirakan Pemilu besok akan bermuara di MK, karena itu saya harus netral," ujar Prof. Dr. Mahfud MD.Beliau adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi. Yang
Opini

Mental Bangsa dan Revolusi Mental

SAYA provokasi cucu saya, Aufar agar dia makan yang banyak. Saya katakan, “Aufar kalau makannya banyak, nanti cepat gede. Kalau gede bisa pintar."Dia perhatikan
Opini

Politik dan Kebohongan

"Dusta itu penghulu segala kesalahan” (hadits).Konon kabarnya ketika seseorang berbohong dalam sebuah hal maka dia akan berbohong tentang hal lain. Ketika dia berbohong pada
Opini

Cara Tiongkok Membangun Ekonomi

PRABOWO meminta Jokowi belajar ke china bagaimana mengurangi kemiskinan. Kalaulah Prabowo memahami bagaimana Tiongkok membangun negeri dan mengurangi kemiskinan, tentu cera kampanye Prabowo aka