Begini cara mengatasi miskomunikasi di kalangan lembaga mahasiswa

Talkshow Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar

Terkini.id, Makassar – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar, menggelar talkshow bertajuk tentang komunikasi, Rabu 28 Maret 2018.

Talkshow dengan tema “Fenomena Mis-komunikasi lembaga Kemahasiswaan” itu dibuka oleh Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi, dilanjutkan sambutan Faisal S Kom MKom selaku ketua jurusan Sistem Informasi.

Faisal mengatakan, mis-komunikasi itu kerap terjadi karena memimpin organisasi lebih rumit dari pada memimpin perusahaan. Begitu ungkapan candaan dari Faisal.

Talkshow menghadirkan beberapa narasumber, antara lain Suharti MAg selaku Kabag Kemahasiswaan, Ibnu Hadjar Yusuf selaku Dosen Ilmu Komunikasi dan eks Ketua DEMA UIN Alauddin 2004-2006, serta  Askar Nur selaku Ketua Umum DEMA UINAM 2018.

Suharti sendiri menekankan sinergitas yang harus terus dijalin kerja sama antar lembaga kemahasiswaan dengan unsur pimpinan, membuka ruang ruang diskusi, sharing fungsionaris lembaga kemahasiswaan dengan pimpinan, agar tidak ada miskomunikasi.

Talkshow Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar

Senada dengan Ibnu Hadjar Yusuf sebagai dosen dan eks ketua Dema UINAM, dia memberi pandangan bahwa miskomunikasi itu adalah bagian dari dinamika dalam berorganisasi.

“Fungsionaris lembaga kemahasiswaan itu adalah orang-orang pilihan dan cerdas artinya mereka sangat adaptif dan solutif. Miskomunikasi itu terjadi bagi mereka mereka yang gagal paham atau karena ada noice, hambatan dalam proses penyampaian pesan atau mentransformasikan ide, gagasan,” katanya.

Menurut dia, miskomunikasi itu bisa diretas dengan cara menanggalkan egosentris dan etnosentris bagi fungsionaris lembaga kemahasiswaan lebih bijak dalam mengambil keputusan, aktif dalam membangun ruang ruang komunikasi lintas fakultas lintas generasi tanpa ada kubu-kubuan fregmentasi-fregmentasi yang justru menyempitkan ruang aktualisasi mahasiswa,namun berinteraksilah lebih humanis dan adaptif.

Ketua Umum DEMA UINAM Askar nur mengatakan, tanpa komunikasi maka tidak ada lagi interaksi antar pengurus lembaga, persoalan arogansi kerap kali terjadi karena terputus komunikasi dikarenakan tidak adanya keterbukaan antara pengurus lembaga kemahasiswaan.

“Miskomunikasi tidak bisa kita hindari, tetapi mungkin bisa kita meminamalisir dengan menajalin sinergitas dan silaturrahim antar fungsionaris lemabaga kemahasiswaan dengan unsur pimpinan UIN Alauddin Makassar,” terangnya.

Berita Terkait