Begini cara mengidentifikasi jika anak mengalami stres

stres pada anak
Begini cara mengidentifikasi jika anak mengalami stres. (foto/gayatempo.co)

Terkini.id – Dilansir dari Hellosehat, orang dewasa biasanya menganggap remeh kecemasan anak-anak, karena mereka cenderung berpikir bahwa anak-anak tidak mungkin mengalami stres.

Meskipun tidak memiliki tanggung jawab tertentu, anak-anak tetap bisa mengalami stress dan tekanan. Baik dari keluarga, lingkungan, teman-teman, dan sekolah.

Stress ringan memang baik untuk merangsang anak dalam berpikir, mengenal, dan menganalisa lingkungan. Namun jika anak malah menderita stress berat, dampak buruknya bisa terbawa hingga dewasa.

Seperti yang dituliskan di atas, stres bisa bersumber dari keluarga, sekolah, dan lain-lain. Selain itu, stress juga dapat berasal dari diri sendiri.

Stress yang berdampak buruk pada anak akan menimbulkan cedera, rasa sakit yang melebihi kemampuan untuk dihadapi, dan ketidaknyamanan pada lingkungan sekitar.

Stress yang biasanya terjadi pada anak-anak adalah:

  • Kecemasan berlebihan karena tugas sekolah
  • Sulit beristirahat karena jadwal les yang padat
  • Seringnya berpindah-pindah, baik rumah maupun sekolah
  • Sulit bergaul
  • Ditelantarkan oleh keluarga
  • Ditindas oleh teman sebaya dan masyarakat
  • Hidup di lingkungan yang buruk dan bermasalah
  • Hidup di keluarga yang kekurangan finansial dan kacau
  • Mendengar orangtua bertengkar
Baca :Kids zaman now contoh ini, rayakan ultah bareng penderita kanker

Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak merespon stress dengan cara yang berbeda. Terkadang mereka juga tidak menyadari bahwa mereka sedang stress. Namun ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa anak-anak sedang mengalami stress, diantaranya sebagai berikut.

1. Hiperaktif

Banyak bergerak dan tidak berdiam diri adalah salah satu cara anak-anak menyesuaikan diri dengan rasa tidak nyaman.

2. Mood swings

Atau yang juga bisa disebut dengan perubahan suasana hati. Kondisi ini bisa membuat anak mengalami perubahan emosi dalam waktu singkat dari bahagia menjadi pemarah. Hal ini biasanya berujung pada depresi dan bipolar.

3. Tidak ingin ke sekolah

Karena banyaknya tekanan dari sekolah, anak-anak akan berusaha menghindari sekolah dengan berbagai alasan.

4. Mudah frustasi

Stress membuat anak-anak tidak bisa berpikir dengan jernih. Kondisi seperti ini akan membuat mereka mudah marah karena kesulitan kecil. Tidak bisa melakukan sesuatu yang sederhana dapat memicu emosi, seperti tidak bisa mengikat sepatu, tidak bangun pagi, tidak melakukan tugas dengan sempurna.

5. Adanya perilaku yang tidak biasa

Baca :Alasan sepele, ayah ini tega bunuh anak sendiri

Anak-anak akan melakukan sesuatu yang baru untuk melampiaskan tekanan di punggungnya. Meskipun itu bukanlah hal yang baru, namun orangtua juga perlu mengawasi anak-anak. Jika mereka sering melakukan hal itu, itu berarti mereka sedang menenangkan diri.

Nah itulah sedikit gejala-gejala stress pada anak-anak. Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian juga mengalami stress ringan atau berat? Jika iya, segeralah bicarakan dengan orang terdekat atau segera berkonsultasi pada psiakter. Jangan sampai stress menjadi penghambat kalian.