Segini harga detonator bom perbuah, belinya harus pakai sandi

Anggota Sat Reskrim Polres Pangkep menangkap Pemilik 97 detonator bom Syaiful (pakai topi hitam) di Mapolres Pangkep/foto : Subhan

Terkini.id, Pangkep – Menangkap ikan dengan cara melanggar hukum seperti menggunakan bom ikan atau bius sudah terjadi lama di Kabupaten Pangkep. Entah sudah berapa orang yang jadi korban akibat lebakan bom atau yang ditangkap polisi, namun tak juga membuat sebagian warga jera.

Untuk pengungkapan kepemilikan bahan untuk ilegal fishing diakui oleh kepolisian gampang-gampang susah. Selain karena jaringan perusak laut ini gampang mengetahui jika ada polisi maupun cara pembelian yang menggunakan sandi tertentu.

Kepala Unit Resmob Polres Pangkep, Aiptu Arman Arief mengatakan, warga pulau tidak menyebut langsung bahan pembuatan bom ikan. Seperti untuk menyebut detonator, mereka cukup bilang rokok.

“Untuk membeli, mereka pakai sandi juga. Pupuk dibilang beras, kalau rokok itu berarti detonator, sambungan detonator mereka tali. Jadi memang gampang-gampang susah,” kata Arman usai menangkap seorang warga pemilik puluhan buah detonator bom.

Arman mengatakan, dalam beberapa pengungkapan kasus kepemilikan atau penggunaan bom ikan, polisi tak hanya cukup dengan mengetahui sandi-sandi para pelaku serta mengandalkan diri dan senjata. Justru beberapa kali, pengungkapan bermula dari laporan masyarakat.

Soal cara yang gampang-gampang susahnya masyarakat mendapatkan bahan bom ikan, diakui seorang pelaku, Syaiful yang dini hari tadi, Selasa, 2 Januari 2017 diamankan di Pulau Karanrang, Desa Mattiro Bulu, Kecamatan Liukang Tupabiring Utara. Ia ditangkap karena memiliki 97 buah detonator, 5 diantaranya sudah siap pakai.

Untuk satu buah detonator bom, Syaiful membelinya dari seorang penjual seharga Rp50 ribu. “Itu detonator pak, mau dipakai tangkap ikan. Harganya Rp50 ribu satu buah,”.ujarnya di Mapolres Pangkep.

Detonator bom ini dirakit dengan sambungan yang berwarna merah dan dipasang dipupuk sebanyak satu kilogram. Satu set bahan peledak ini bisa menghancurkan cukup luas terumbu karang.

Berita Terkait
Komentar
Terkini