Begini penjelasan Uang Panaik menurut agama Islam

Uang Panai
Budaya Uang Panai'

Terkini.id, – Uang panai sering kali menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat. Apalagi di daerah Bugis Makassar yang cukup populer dengan uang panaiknya yang cukup tinggi. Sehingga pemuda yang berkeinginan untuk menikah akan berfikir seribu kali sebelum menghitbah perempuan yang ingin dinikahi.

Namun jika dikaji dalam islam, uang panai bukanlah bagian dari syarat sah menikah dan bukan pula salah satu kewajiban yang harus ditunaikan dalam pernikahan.

Islam adalah rahmatan lilalamin rahmat bagi seluruh alam, islam hadir dengan seperangkat aturan yang ada. Islam itu mudah dan tidak memberatkan, selagi apa yang kita kerjakan tidak menentang aturan islam maka islam tidak pernah mempersulit aktifitas manusia bahkan melarang hal tersebut terjadi.

(Foto/ils)

Seperti halnya pernikahan yang dipersulit dengan uang panai yang cukup mahal. Syarat sahnya menikah adalah Ijab kabul, ada mahar, mempelai laki-laki dan perempuan, wali, dan saksi.

Mahar hanya sekedar media dan menikah bukanlah sarana untuk mempersulit mahar yang mahal. Mahar bertujuan untuk memuliakan wanita dan tujuan menikah karena Allah bukan karena mahar.

“Sebaik-baik wanita yang hendak menikah adalah yang paling rendah maharnya,” dikutip dari hadist HR, Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim.

(Foto/ils)

Dikisahkan dalam hadist riwayat Ummu Salamah tentang pernikahan Imam Ali dan Fatimah Azzahra putri Rasulullah Saw
yang berlangsung dengan mahar baju besi saat itu harta yang dimiliki oleh Ali.

Ketika Ali menghitbah putri Rasulullah lalu Rasulullah bertanya, “Apakah engkau memiliki bekal mas kawin ?” kata Rasulullah.

Ali menjawab, “Sesungguhnya engkau lebih mengetahui keadaanku, tak ada sesuatu tentang diriku yang tidak engkau ketahui. Aku tidak mempunyai apa-apa selain sebuah baju besi, sebilah pedang dan seekor unta.”

“Tentang pedangmu itu,” kata Rasulullah menanggapi jawaban Ali bin Abi Talib, “Engkau tetap memerlukannya untuk meneruskan perjuangan di jalan Allah. Dan untamu itu engkau juga perlu untuk keperluan mengambil air bagi keluargamu dan juga engkau memerlukannya dalam perjalanan jauh. Oleh karena itu, aku hendak menikahkan engkau hanya atas dasar mas kawin sebuah baju besi saja. Aku puas menerima barang itu dari tanganmu. Wahai Ali, engkau wajib bergembira, sebab Allah sebenarnya sudah lebih dahulu menikahkan engkau di langit sebelum aku menikahkan engkau di bumi!” Demikianlah riwayat yang diceritakan Ummu Salamah r.a. (Sumber : dilansir dari berbagai sumber)

Berita Terkait
Komentar
Terkini