Begini Sisi Lain Kota Jakarta, Bikin Kaget!  

Begini Sisi Lain Kota Jakarta, Bikin Kaget! / Nikmah

Terkini.id, – Jakarta adalah kota metropolitan yang tersohor di masyarakat Indonesia, gedung-gedung tinggi dan megah menghiasi kota yang menjadi impian banyak orang. Namun terkadang mereka tidak menyadari bahwa ada sisi lain dari daerah ibu kota yang tentunya patut kita perhatikan. Masih banyak warga kota Jakarta yang hidup serba kekurangan dan memiliki kehidupan yang jauh dari standart kehidupan yang layak.

Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS), presentase penduduk miskin di DKI Jakarta terbaru pada Maret 2018 mencapai 3,57% atau 373.120 orang.

Pada Minggu, 25 November 2018 lalu, sekelompok anak muda melakukan perjalanan untuk menelusuri sisi lain kota Jakarta yang ternyata bikin kaget.

Inisiator trip, Fikri Bagus Zakaria mengatakan dirinya berinisiatif untuk melakukan open trip ini dengan menitik beratkan pada trip sosial dan edukasi.  Pria yang lama tinggal di kota Malang Jawa Timur tersebut turut mengajak para pemuda pemudi untuk ikut dalam trip yang dilabeli Uncovered Jakarta.

Pemukiman penduduk di kampung nelayan Angke yang digenangi bajir rob /Nikmah

“Trip ini diikuti puluhan pemuda, bahkan ada pula warga asing asalnya dari Italia. Rute trip kami ke beberapa daerah kumuh di Jakarta, namun memiliki nilai sejarah yang tinggi,”ujar Fikri.

Menarik untuk Anda:

Dikatakan Fikri, rute tripnya diawali dari Kampung rel Angke, Kampung Nelayan Muara Angke, Kampung Bandan, Kampung Pulo Pinggiran Kali Ciliwung. Para peserta yang mengikuti open trip ini tidak dipungut biaya apapun.

“Mereka cukup menyediakan dana untuk kebutuhan pribadi serta dana yang disiapkan untuk memberikan donasi kepada masyarakat di lokasi trip yang umunya adalah warga yang hidup di bawah garis kemiskinan,“paparnya.

Peserta trip uncovered Jakarta/ Nikmah

Lanjut Fikri yang merupakan CEO Smartway.tour, menjelaskan dengan trip Uncovered Jakarta ini Ia berharap agar para peserta bisa menyadari bahwa Jakarta adalah kota kita bersama sehingga bukan hanya Pemerintah yang wajib memperhatikan.

Dikatakan pula jika Jakarta butuh para pemuda yang memiliki ide-ide kreatif untuk memperbaiki daerah-daerah kumuh di kota Jakarta, seperti sekelompok pemuda yang sukses merubah kampung kumuh Bantaran Sungai Bratas di kota Malang menjadi destinasi wisata yang terkenal dengan Kampung Warna-warni Jodipan.

“Kita warga Indonesia jangan hanya suka mengkritik, tapi harus action. Berani melakukan suatu perubahan untuk melakukan perubahan besar,” tandasnya.

Fikri Bagus Zakaria (penggagas trip uncovered Jakarta) dan Diego Bartanyola (warga asal Italia)

Sementara itu, salah seorang peserta trip, Diego Bartanyole, warga asal Italia mengaku sangat senang memiliki kesempatan untuk melihat sisi lain kota Jakarta.

“Saya pertama kali mengetahui informasi trip Uncovered Jakarta dari Consurfing atau komunitas traveling internasional dimana Fikri juga ikut menjadi anggotanya,”ujarnya.

Diakui Diego ketika pertama kali memasuki kampung Neyalan Muara Angke, suasana terasa berbeda karena lingkungan sangat kotor dan kumuh. Namun ia justru menikmatinya, karena menurutnya hal tersebut bisa membuka mata hatinya dan mengasah kepekaan sosialnya.

“Jika kita pergi ke Jakarta, tak hanya menghabiskan uang di Mall besar, namun pergi ke lokasi yang ditinggali warga yang hidup di bawah kemiskinan juga memberi sudut pandang tersendiri bagi saya. Meskipun tinggal di lokasi kumuh, warga sangat ramah dan baik hati,” pungkasnya.

Diego berharap warga yang tinggal di pemukiman kumuh tersebut bisa diberikan edukasi baik pemerintah ataupun lembaga sosial tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Karena ia menemukan sampah plastik berceceran dimana-mana serta sanitasi air yang sangat buruk. Tentunya hal tersebut tidak baik bagi kesehatan warga.

“Generasi muda khusunya sangat penting untuk diberi edukasi tentang kebersihan dan menjaga lingkungan. Karena generasi muda adalah generasi masa depan yang bisa mengubah keadaan. Masa depan tidak akan berubah jika kita tidak peka dan peduli terhadap lingkungan kita,” ujar pria yang memiliki hobby keliling benua ini.

Pesisir Pantai di Kampung Nelayan Muara Angke (nikmah)

Salah seorang pencari kerang bernama ibu Ipah warga kampung nelayan Muara Angke menuturkan kegundahannya terhadap kondisi lingkungan pesisir Utara Jakarta dan cuaca yang tidak menentu. Menurutnya biasanya dulu dia masih bisa membawa puluhan kilogram kerang, namun sekarang semakin menyusut. Bahkan sejak dua bulan lalu dia sudah tak melaut karena kerang sangat sulit di dapat, bahan bakar perahu semakin mahal sehingga tak menutup modal awal.

“Saya menjual kerang ini per/kg 2500 hingga 3000 rupiah. Namun saat ini saya beralih menjadi pedagang mbak, bukan nelayan karena kerang sulit didapat. Ditambah memasuki musim hujan, semakin sulit mencari kerang laut,” tutur wanita paruh baya tersebut.

Ipa menambahkan, saat musim hujan seperti sekarang sangat sering banjir Robb atau air yang masuk ke pemukiman nelayan akibat air pasang pada malam hari. Sehingga lingkungan sekitar kampung semakin kotor dan bisa menumbulkan banyak penyakit.

“Saya berharap pemerintah memiliki solusi untuk masalah ini. Agar kami bisa hidup dengan lingkungan yang lebih baik,” tutupnya.

Penulis: Nikmatus Sholikah (Peserta Trip)

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ini Prestasi Gus Miftah yang Disebut Kyai Pencinta Lonte: Islamkan Deddy Corbuzier hingga DJ Butterfly

Angkat Guru Honorer Jadi PPPK, Nadiem: Masih Ada Honorer Digaji Rp 100 Ribu

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar