Belajar dari Proses Pembelajaran SD di Australia

Dinas Pendidikan Kota Makassar bekerja sama dengan Universitas Terbuka mengundang Dr. Sitti Maesuri Patahuddin, Asisten Professor di SERC (STEM Education Research Centre) Fakultas Pendidikan University of Canberra Australia untuk berbagi proses pembelajaran SD di Australia

Terkini.id, Makassar – Dinas Pendidikan Kota Makassar bekerja sama dengan Universitas Terbuka  mengundang Sitti Maesuri Patahuddin, Asisten Professor di SERC (STEM Education Research Centre) Fakultas Pendidikan University of Canberra Australia berbagi proses pembelajaran Sekolah Dasar (SD) di Australia.

Kegiatan ini dihadiri oleh para guru SD Kota Makassar di Gedung Aula Penerbit Erlangga,  Rabu 20 November 2019.

Maesuri mengatakan banyak hal yang dapat kita contoh dari para guru SD di Australia, antara lain cara-cara mereka mengelolah kelasnya.

Misalnya guru membiasakan siswa mengangkat tangan sebelum berbicara, selalu mengucapkan apresiasi dan berterima kasih pada siswanya, membuat portfolio untuk merekam kemajuan setiap siswanya, dan menyiapkan pengajaran mereka secara serius. Guru selalu datang lebih awal dari siswa dan pulang paling akhir.

Maesuri dengan serius mendengarkan permasalahan para guru SD di Makassar antara lain siswa yang tidak mengerjakan PR, sebagian siswa belum bisa membaca, banyak siswa dalam satu kelas, dan banyak tugas administrasi guru.

Maesuri pun menjelaskan bahwa siswa SD di Australia tidak memberikan PR seperti di Indonesia. Ada siswa yang kesulitan membaca di Kelas tetapi siswa tersebut tetap naik kelas. Tugas administrasi guru di Australia juga tidak ringan.

”Pendidikan dasar di Australia lebih menekankan fondasi untuk belajar mengenali diri sendiri, lingkungan serta pengembangan sikap. Rasa percaya diri siswa dikembangkan dan kemampuan komunikasi anak baik secara tertulis maupun secara lisan dilatihkan,“ ungkapnya.

Maesuri yang saat ini mengajar mata kuliah “Pengajaran matematika SD untuk pemahaman” dan “Penggunaan data untuk memperbaiki pembelajaran” juga mengungkapkan bahwa guru di Australia sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh siswa.

Siswa sekolah dasar di Australia yang berbuat baik dan mempunyai keberanian positif akan diberikan reward berupa sertifikat yang diumumkan pada saat assembly atau diumumkan melalui Newsletter mingguan atau bulanan.

Di Australia  pengembangan karakter dan kecerdasan emosi sangat ditekankan dan penilaian rapor siswa di Australia berbentuk narasi, bukan angka seperti yang terdapat di sekolah di Indonesia, lanjutnya.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Makassar, Panca Nur Wahyudin  berharap dengan adanya kegiatan ini guru-guru SD yang ada di Kota Makassar dapat terinspirasi dalam memperbaiki pengajarannya.

“Alhamdulillah semoga apa yang didapat di sini bisa menjadi pelajaran baru buat guru-guru SD yang ada di kota Makassar, dan mereka dapat menerapkannya dalam proses belajar mengajar,”

Hal serupa juga diharapkan oleh Simon, salah satu  peserta kegiatan yang berasal dari SD Bambina Makassar. “Saya sangat termotivasi dengan apa yang disampaikan oleh Bu Sitti, dan saya akan berusaha menerapkan apa yang telah saya terima hari ini, semoga kedepannya akan ada kegiatan berbagi pengalaman seperti ini,” ujar Simon.

Penulis: Asriani Putri L

 

Berita Terkait
Komentar
Terkini