Belajar gambar simpel, mudah, dan menyenangkan lewat koordinasi mata dan tangan

Komunitas Indonesia's Sketcher Chapter Makassar bekerja sama dengan Humas Universitas Hasanuddin menggelar Fundamental Urban Sketching Workshop di Lantai 6 Rektorat Unhas, Sabtu 20 Januari 2018 / Humas Unhas

Terkini.id, Makassar – Komunitas Indonesia’s Sketcher Chapter Makassar bekerja sama dengan Humas Universitas Hasanuddin menggelar Fundamental Urban Sketching Workshop di Lantai 6 Rektorat Unhas, Sabtu 20 Januari 2018.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda Komunitas Sketcher Makassar untuk mengembangkan keterampilan membuat sketsa objek dan situasi sekitar melalui teknik observasi langsung. Workshop ini membantu peserta melakukan proses menggambar dengan lebih simpel, mudah, dan menyenangkan melalui koordinasi mata dan tangan yang taktis dan sederhana.

Pelatihan sketsa ini diawali dengan pengantar teori singkat di ruangan, dan setelah itu langsung mempraktekkan teknik melakukan sketching objek di selasar rektorat Unhas dan sekitar halaman kampus yang dipandu oleh seorang sketcher profesional Donald Saluling.

“Kita menggambar dengan mata, pikiran, otak kiri dan otak kanan kita, bagaimana kita mengamati benda dan membuat sketsanya. Jadi bukan murni teori, tapi pengamatan,” ujar Donald.

Peserta yang hadir dalam workshop ini beragam, diantaranya anak sekolah dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kota Makassar. Para peserta workshop merupakan anak muda yang memiliki minat dalam bidang sketsa. Sehingga ketika diarahkan secara langsung untuk membuat sketsa mereka bisa menghasilkan gambar yang menarik dalam waktu yang cukup singkat.

“Ingat, kita mengambar apa yang kita lihat, bukan apa yang kita ingat,” kata Donald, alumnus Seni Rupa dan Desain Grafis Portland State University itu.

Foto : Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin

Ketua Komunitas Indonesian’s Sketcher Makassar, Shanti Yani mengatakan, Sketch On Location ini mementingkan proses daripada hasil akhir.  Kesalahan dan kekurangan yang terjadi dalam proses spontan membuat sketsa tidak dihapus dan tetap menjadi bagian dari rekaman dan catatan pribadi pembuatnya.  Membuat sketsa on the spot itu cukup dibiarkan dalam garis dan warna.

Yang terpenting dari sketsa, lanjut Shanti, adalah proses merekam cerita yg dilakukan secara langsung pada obyek di sekitar (fleeting moment) bukan momen yang dibekukan (frozen moment).  Pengalaman membuat sketsa itu yang membuat kita mampu menghargai karya para sketchers.

“Dari pelatihan bisa menarik teman-temam bergabung dalam komunitas sketsa dan bisa mengangkat keindahan kota Makassar melalui goresan sketsa,” harap pecinta sketsa yang merupakan alumni Program Studi Hubungan Internasional Unhas tersebut.

Bagi Unhas, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan sisi lain kampus melalui seni sketsa.

“Kita ingin masyarakat mengenal Unhas sebagai kampus yang ramah terhadap seni dan komunitas,” kata Ishaq Rahman, Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin.

Foto : Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin

Komentar

Rekomendasi

Bahas Komunikasi Politik di Era Digital, Pascasarjana Unifa Gelar Seminar Publik

Shaifuddin Bahrum, Mantan Pimred Makassar Terkini Meninggal Dunia

Rakor YESS di Sulawesi Selatan, komitmen lahirkan milenial muda sesuai arah kebijakan Mentan SYL

Direktur Politeknik STIA LAN Makassar Apresiasi Taufan Pawe Kembangkan SDM ASN

Pasca Kapal Wartawan Rombongan Presiden Tenggelam, Menhub Keluarkan Himbauan

Kapal Rombongan Wartawan Presiden Terbalik di Labuan Bajo, Berikut Daftar Korbannya

Jenazah ABK Dilarungkan ke Laut karena Kapten Takut Virus: Alasannya Klise, Usut Tuntas!

Dr. Syaifuddin: untuk pertanian maju, mandiri dan modern, kami akan “all out”

Dokter RS Wahidin Butuh 2 Jam Keluarkan Moncong Ikan yang Menancap di Leher

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar