Belajar dari Proses Belajar-Mengajar Abad XXI

PROSES Belajar-Mengajar (BM) di abad XXI berangkat dari pendapat pokok bahwa guru dan murid adalah mitra belajar, yang saling mengisi, dengan menggunakan teknologi digital yang tersedia.

Guru adalah fasilitator yang mengawali proses B-M dengan menarik perhatian murid terhadap pokok bahasan yang sudah ditentukannya. Proses awal menampilkan guru sebagai partisipan aktif. Secara bertahap murid akan berprakarsa, memutuskan sendiri kelanjutan proses B-M oleh dirinya sendiri. Lihat bagan di bawah ini.

Pertama, guru memilih pokok bahasan yang sesuai dengan tujuan pendidikan, yang relevan dengan kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan.

Kedua, guru menarik perhatian murid untuk berpartisipasi dengan perhatian penuh, dalam keadaan santai. Penataan ruangan harus mendukung proses komunikasi yang santai.

Ketiga, perhatian murid dimenangkan melalui cerita yang “menggigit” bukan dengan rumus-rumus yang rumit. “Story-telling” adalah cara ampuh yang harus dikuasai guru.

Keempat, murid dirangsang untuk berimajinasi dan menciptakan “ceritanya sendiri” yang relevan dengan cerita sang guru. Apa yang dirangsangkan dari luar oleh guru, kini diendapkan di dalam diri murid melalui imajinasinya sendiri. Ia kian menjadi peserta aktif dalam proses B-M.

Kelima, imajinasi murid dilanjutkan dengan penerapan apa yang sudah diresapinya ke dalam tindakan di lingkungan di mana ia berada, yang berguna untuk kehidupan masyarakat yang lebih bermakna.

Lima tahap proses B-M tersebut di atas akhirnya menunjang penerapan konsep pembangunan berkelanjutan, yaitu proses pemenuhan kebutuhan generasi masa kini tanpa menghambat pemenuhan kebutuhan generasi masa depan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Bantaeng

Pelabuhan Ekspor Akan Dibangun di Bantaeng

Terkini.id -- Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah membeberkan, akan dibangun pelabuhan ekspor di Kabupaten Bantaeng.Hal itu disampaikan Nurdin Abdullah ketika memberikan sambutan pada
Bantaeng

Bantaeng Raih Dua Penghargaan dari OJK

Terkini.id, Bantaeng - Pemerintah Kabupaten Bantaeng meraih dua penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sabtu, 26 Oktober 2019. Penghargaan itu diserahkan pada acara Expo Literasi