BEM UI: Saat BEM UI Memilih Untuk Bersuara di Media Apapun, Selalu Tidak Didengar, Tapi Kami Masih Mau Berbicara

Terkini.id, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI telah bersuara di media apapun, tapi selalu tidak didengar dan masih mau berbicara.

Melki Sedek Huang selaku Koordinator Bidang Politik dan Sosial di BEM UI melalui akun twitter nya @namasayamelki, seperti dilihat pada Kamis 23 Juni 2022, mencuit tentang perjuangan BEM UI untuk bersuara di media apapun.

Di sisi lain, ia mengangkat cuitannya dengan membalas cuitan dari akun @bayusatriau yang bahas tentang “lame duck” sebagai istilah ilmiah dan baku dalam ilmu politik. 

Baca Juga: Soal Anies, Ruhut: Ingat Dia Jadi Gabenar dengan SARA, Fitnah,...

Bayu Satria Utomo menuliskan “Salam Bang @ruhutsitompul, berikut salah satu referensi dari bangku kuliah yang kami gunakan. Kami tidak asal bicara dan istilah “lame duck” adalah istilah ilmiah & baku dalam Ilmu Politik”.

twitter/@bayusatriau

Sontak, Melki Sedek Huang balas dengan narasi perjuangan BEM UI telah bersuara di media apapun.

Baca Juga: Soal Surya Paloh Ingin Satukan Anies-Ganjar, Ruhut Sitompul: Kok Ngalor...

“Saat BEM UI memilih untuk bersuara di media apapun, itu adalah bentuk kepedulian kami terhadap bangsa,” tulisnya. 

Selain itu, ia menambahkan jika upaya tersebut bisa diuji secara ilmiah.

Selanjutnya, ia mengatakan jika sudah berbagai upaya yang telah BEM UI lakukan seperti mengirim surat desakan, audiensi, dan lain-lain. Namun, upaya tersebut tidak didengar oleh pihak yang dituju.

Baca Juga: Soal Surya Paloh Ingin Satukan Anies-Ganjar, Ruhut Sitompul: Kok Ngalor...

“Kami turut dalam gerakan RKUHP lewat banyak cara, sudah kirim surat desakan, sudah audiensi, selalu tidak didengar,” tambahnya.

Kemudian, Melki menegaskan jika BEM UI tidak akan menyerah dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Tapi kami masih mau bersuara,” cuitnya.

Bagikan