Benarkah Bedak Bayi J&J Penyebab Kanker? Ini Beberapa Fakta Menarik

Bedak Johnson and Johnson. (Lucas Jackson/Reuters)

Terkini.id – Produsen bedak dan kosmetik, Johnson and Johnson (J&J), mendapat masalah serius, karena produknya dinilai memicu penyakit kanker.

Ini setelah hakim pengadilan di Missouri, Amerika Serikat, pada Juli 2018 lalu, memvonis J&J bersalah.

J&J karena menjadi penyebab 22 orang perempuan di Amerika Serikat (AS) mengidap penyakit kanker ovarium.

Akibat masalah ini, J&J diharuskan membayar sejumlah uang ganti rugi kepada 22 perempuan di AS yang mengklaim bedak buatan perusahaan itu telah menyebabkan kanker ovarium pada diri mereka.

Tidak tanggung-tanggung, total uang yang harus dibayarkan J&J mencapai hingga Rp 67,6 triliun.

Satu dari puluhan perempuan yang menuntut tersebut, Krystal Kim dengan jelas mengingat pertama kalinya dia menggunakan bubuk bayi Johnson & Johnson.

“Saya berumur 10 tahun. Saya baru saja mulai bermain bisbol saat itu,” kata Kim, 53, pensiunan profesional TI dari Philadelphia, kepada Healthline. “Saya menggunakannya (bedak J&J) empat hingga lima kali sehari,” terang dia.

(citizenghana)

Janda dua anak itu mengatakan, orang tuanya juga menggunakannya ketika dia masih bayi.

Ketika putusan vonis untuk Johnson and Johnson dibacakan, sebagian besar perempuan penuntut masih hidup (enam sudah meninggal dunia), dan berada di ruang sidang. Satu orang tidak bisa datang karena menjalani kemoterapi.

Dalam wawancara dengan Healthline, Mark Lanier, pengacara penggugat, mengatakan, “Sidang itu sulit bagi penggugat, dan sangat emosional.”

“Mereka senang bisa mengambil sikap atas apa yang mereka tahu benar,” katanya.

Lanier mengatakan setiap, penggugat harus berjuang untuk sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.

Dia menjelaskan, kliennya telah mengambil langkah besar untuk menggugat J&J untuk bertanggung jawab.

“Semoga membuat mereka (J&J) menarik produk berbahan talc (bedak tabur) dari rak (pasar) dan menggunakan produk alternatif yang lebih aman, yakni berbahan corn starch (tepung jagung),” jelas dia.

J&J Bertahan Tetap Menjual

Pihak perusahaan Johnson and Johnson sendiri tetap bersikeras bahwa produk berbahan dasar talc aman dan tidak menyebabkan kanker.

Alex Gorsky, chief executive officer Johnson & Johnson, mengatakan, bahwa bubuk bedak bayi tidak mengandung asbes, dan atas keputusan hakim pengadilan St Louis, bahwa perusahaan telah mengajukan banding.

“Seperti yang Anda ketahui, bedak bayi kami adalah produk tepercaya yang telah kami jual kepada keluarga selama lebih dari 100 tahun dan Johnson & Johnson sangat kecewa dengan vonis ini,” katanya selama panggilan pendapatan.

Penelitian Tidak Meyakinkan

Pihak Johnsons and Johnson juga bersikeras bahwa kekhawatiran tentang produk talc penyebab kanker didasarkan pada penelitian yang tidak meyakinkan.

“Ini benar-benar kepalsuan,” kata Lanier.

sumber: healthline.com

Berita Terkait
Komentar
Terkini