Bengis! Viral Sejumlah Anjing di Pacitan Dianiaya, Dibantai Sadis hingga Dibakar Mengenaskan

Terkini.id, Jakarta – Saat ini publik tengah digemparkan oleh sebuah peristiwa keji terhadap sejumlah anjing di Pacitan hingga akhirnya menjadi viral di media sosial. 

Diketahui bahwa aksi mengerikan tersebut dilakukan oleh beberapa orang ke sejumlah anjing di Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Kamis lalu, 29 April 2021.

Dilansir terkini.id dari Tribunnews pada Minggu, 2 Mei 2021, setidaknya sebanyak sepuluh ekor anjing dibakar setelah sebelumnya dianiaya tak berperasaan. 

Yang lebih sadis lagi, jasad anjing yang telah hangus dibakar dibiarkan tergeletak begitu saja di sekitar lokasi kejadian. 

Adapun aksi pembantaian keji terhadap anjing di Pacitan tersebut diunggah ke media sosial Instagram oleh akun Watukarungpacitan. 

Dalam unggahannya, sang pemilik akun mengaku bahwa anjingnya yang bernama Kula turut dianiaya dan dibakar sampai hangus oleh sejumlah orang tak dikenal.

Saat dikonfirmasi, pemilik akun tersebut rupanya bernama Daru (31) yang anjingnya juga ikut menjadi korban. 

“Lokasi tepatnya di area sekitaran Pantai Teleng Ria Pacitan, Jatim, kamis pagi kejadiannya,” ungkap Daru, dikutip terkini.id pada Minggu, 2 Mei 2021.

Sementara pemilik anjing lainnya yang peliharaannya juga menjadi sasaran adalah Dedi bersama sang istri, Indah. 

Mulanya, ada sejumlah orang berjumlah sekitar 20 yang mengaku sebagai warga setempat mendatangi lokasi anjing-anjing tersebut.

Mereka disebut marah lantaran anak kambing milik mereka dimakan oleh anjing. Selain itu, ada pula satu ekor kelinci mati yang katanya digigit anjing.

Mereka yang geram lantas mendatangi lokasi anjing-anjing tersebut saat pemiliknya, Dedi, tengah bekerja di luar kota.

Sekira pukul 09.00 WIB, 20 orang tersebut datang dan menyampaikan protes yang berujung dengan penganiayaan beberapa anjing milik Dedi dan Indah.

Istri pemilik bernama Indah yang tak ada di lokasi pun langsung bergegas mendatangi lokasi kejadian seusai mendapatkan informasi soal penyiksaan itu.

Nahas, saat ia tiba di lokasi, semua anjing yang dipeliharanya sudah hangus dibakar oleh orang tak dikenal tersebut. 

Daru kembali menuturkan bahwa kejadian tersebut berlangsung sangat cepat dan menyebut bahwa Indah yang datang ke lokasi sekitar pukul 10.00 WIB hanya mendapati anjing peliharaannya yang sudah tampak hitam legam terpanggang api. 

Daru mengungkapkan, anjing-anjing milik Dedi tersebut juga dipukul menggunakan linggis besi sebelum kemudian dibakar.

Bahkan, yang lebih sadis lagi, anjing-anjing tersebut dibakar saat masih mengenakan rantai.

Lebih lanjut, Daru mengatakan bahwa para pelaku menggunakan kayu pule yang sudah mati sehingga mempercepat pembakaran anjing-anjing tersebut.

Mirisnya, Bmbangkai anjing-anjing tersebut juga dibiarkan tergeletak begitu saja di lokasi kejadian.

“Semua anjing-anjing masih memakai rantai karena lokasi pembakaran di lokasi di mana anjing ini dirantai dan diberikan makan,” ungkap Daru saat dihubungi Tribun Video via WhatsApp, dikutip terkini.id pada Minggu, 2 Mei 2021.

“Mbak indah mendapati anjing ini ad bekas dipukuli pake linggis besi sebelum akhirnya dibakar.”

Daru menambahkan bahwa saat kejadian berlangsung, memang ada dua penjaga kandang anjing.

Namun, kedua orang penjaga tersebut tak berani lantaran banyaknya massa yang marah di lokasi. 

Daru menjelaskan bahwa setidaknya ada sekitar 10 ekor anjing milik mereka yang dibakar hidup-hidup oleh pelaku hingga membuatnya sedih bukan main. 

Salay satu anjing miliknya yang bernama Kula juga ikut dibantai oleh orang tak dikenal yang mengatasnamakan warga.

Untuk itu, Daru menuturkan bahwa pihaknya meminta keadilan untuk hewan-hewan yang sudah dibantai dengan keji.

Terlebih, ada anak anjing atau puppies yang juga ikut dibakar hingga hangus.

“Kan bisa minta ganti rugi atau gimn tanpa harus membantai semua anjing-anjing kami. Dan yg masih puppies 2 minggu. Nggak ada salah sama sekali ikutan dibakar. Sakit hati saya sampai sekrang masih tidak terima,” tandas Daru.

Jasad ke-10 anjing tersebut kini dikubur di sekitar lokasi pembakaran tepatnya di dekat area Pacuan Kuda Barean, Pacitan.

Sementara itu, lanjut Daru, pihaknya masih berkonsultasi dengan sejumlah pecinta hewan untuk menempuh jalur hukum.

Bagikan