Bentrok warga dan polisi saat eksekusi lahan di Kelurahan Tombolo Gowa

Suasana eksekusi lahan di Gowa

Terkini.id, Gowa – Eksekusi lahan di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan diwarnai keributan. Keributan ini dipicu lantaran ratusan keluarga tergugat menghadang jalannya eksekusi.

Eksekusi lahan seluas 600 meter persegi di atas lahan milik Almarhum Andi Syarif Mappanganro yang dimulai pada pukul 08.15 wita hingga pukul 10.45 wita Selasa, 14/11/2017 antara Mustari Ato Daeng Ngampa sebagai penggugat dengan Jumalia Daeng Jintu sebagai tergugat diwarnai keributan.

Keributan ini dipicu lantaran pihak tergugat menghadang juru sita Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa lantaran menilai sertifikat lahan milik tergugat masih resmi dan belum gugur serta masih dalam proses hukum di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan.

“Kami akan bertahan sampai mati sebab sertifikat asli ada dan belum gugur lagian kasus ini masih dalam proses hukum di Polda” kata Ilham Rasyid, kuasa hukum tergugat.

Eksekusi ini sempat tertunda selama dua jam lantaran terjadi perdebatan sengit antara kuasa hukum tergugat dengan juru sita Pengadilan. Pihak Pengadilan bersikeras melakukan eksekusi dengan dasar menjalankan putusan hakim.

“Objek sengketanya enam ratus meter persegi dan kami tetap melakukan eksekusi sebab ini adalah putusan pengadilan yang kami harus jalankan” kata Indrawan, Juru Sita PN Sungguminasa.

Saling dorong hingga kontak fisik antara aparat kepolisian dengan keluarga tergugat pun tak dapat terhindarkan.

Juru Sita Pengadilan akhirnya membacakan amar putusan bernomor 20/Pdt.G/2017/PN. SGM setelah keluarga tergugat berhasil dipukul mundur oleh aparat kepolisian.

Meski demikian ratusan keluarga tergugat masih bertahan di objek sengketa. Sementara aparat kepolisian memilih meninggalkan lokasi demi menghindari bentrokan fisik lebih lanjut.

Hendra