Berantas korupsi, kinerja penyidik Tipikor Polda Sulsel dinilai masih buruk

Anti Corruption Committe (ACC)

Terkini.id, Makassar – Staf Pekerja Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi Wiwin Suandi mengaku empat kasus tipikor yang diselesaikan penyidik Tipikor Polda Sulsel selama 2017 ini, jauh dari kata berhasil.

Menurutnya, kinerja Tipikor Polda itu buruk kalau hanya yang dilimpahkan (P21) empat laporan polisi dalam setahun.

“Contoh kasus Bimtek Enrekang itu juga sampai sekarang jalan di tempat. Jumlah tersebut tidak dapat dibanggakan dalam pengusutan tipikor,” tegas Wiwin, Kamis 7 Desember 2017.

ACC Sulawesi kata Wiwin juga dalam waktu dekat ini akan merilis catatan akhir tahun. Khususnya penyidikan tipikor oleh Polda dinilai yang tidak serius.

Selain itu, Wiwin mengatakan Polda Sulsel di bawah kepemimpinan Irjen Pol Muktiono sangat banyak disorot publik.

“Khususnya dalam penyelesaian kasus di masa jabatannya salama sebelas bulan, seperti kasus korupsi Lab UNM yang dinilai tidak tuntas menjerat semua pihak yang terlibat,” ungkapnya.

Sementara Wakil Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi Kadir Wokanobun juga ikut mengkritik penyelasain kausus korupsi oleh penyidik Polda Sulsel.

Baca :Gelar seminar, ACC : brantas korupsi disektor kesehatan

Menurutnya, penyidik tipikor Polda hanya terkesan pamer kekuatandan menakut-nakuti koruptor.

“Jangan hanya sekadar heboh di awal dengan menyidik sepuluh kasus tipikor. Namun tidak serius mengungkap semua aktor yang terlibat,” tukas Kadir.

Ia mencontohkan, penyidik polda mengendapkan beberapa kasus. Kadir menyebutkan bukan hanya MAN IC, banyak kasus lain, seperti Bimtek Enrekang, Cipta karya dan lainnya.

Kadir menilai ini menjadi modus oknum penyidik sengaja mengulur-ngulur waktu penetapan tersangka. Di sisi lain melakukan komunikasi dengan saksi atau para pihak terkait dengan kasus tertentu.

“Bukan itu saja, pola penyidikan yang diterapkan penyidik Polda rawan dimainkan oknum. Sebab perkara tertentu sudah dinaikkan status penyidikan, namun  dibiarkan berlarut-larut tanpa mengumumkan tersangka,” pungkas Kadir