Beratnya membujuk para owner perusahaan untuk go public

Deputi Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Departemen Pengawasan Pasar Modal 2B OJK, M Maulana

Terkini.id, Makassar — Banyak perusahaan di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan, yang punya peluang untuk bisa go public atau melepas sebagian sahamnya ke masyarakat.

Hanya saja, belum banyak yang tertarik. Rupanya salah satu persoalanya adalah para owner perusahaan yang belum rela kepemilikan sahamnya sebagian diserahkan ke masyarakat.

“Umumnya itu, ada keengganan owner perusahaan untuk berbagi porsi saham itu ke publik,” jelas Deputi Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Departemen Pengawasan Pasar Modal 2B OJK, M Maulana, Senin 26 Februari 2018.

Maulana hadir sebagai pembicara Pelatihan dan Gathering Wartawan Kantor Regional 6 OJK, yang digelar selama tiga hari (26-28 Februari), di Four Points Hotel.

Selain enggan berbagi, owner perusahaan juga enggan untuk transparan. Pasalnya, ketika go public, OJK mewajibkan perusahaan untuk membuka akses informasi publik.

Menarik untuk Anda:

Dengan lebih transparan, masyarakat bisa melihat kinerja perusahaan, sehingga tertarik berinvestasi ketika prospeknya bagus.

“Harus buka website, dan melaporkan kondisi keuangannya, hingga policy management secara umum,” ujar M Maulana.

Padahal, dengan membuka ke publik, perusahaan berpeluang melakukan ekspansi lebih besar karena mendapat tambahan modal dari masyarakat.

Saat ini, di Sulawesi Selatan, baru satu perusahaan yang tercatat melakukan go public, atau terdaftar di bursa saham, yakni PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ini Cara Mengamankan Data Pribadi Dari Pinjaman Online Ilegal

Sempat Tertunda, Hari Ini Jokowi Resmikan Penyaluran Subsidi Gaji Rp 600.000

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar