Berbekal pengalaman, Hasfan yakin destinasi Lappa Laona aman

Hasfan, pemilik Cekong Hills Enrekang

Terkini.id, Barru – Destinasi Wisata alam dengan berbagai polesan di Lappa Laona, Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, yang dikerjakan oleh Hasfan, pemilik Cekong Hills Enrekang, yang merupakan wahana outbond paling ekatream di Kabupaten Enrekang dan Sulawesi Selatan.

Sekedar diketahui, Hasfan, bukanlah orang baru dalam dunia out bond baik itu ekstream atau bersifat biasa saja, karena karir hidup beliau, sejak tahun 2002 sudah bergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam Universitas 45 Makassar, aktif dalam kegiatan panjat tebing hingga sekarang ini.

Sementara pada tahun 2004 sampai 2007, Hasfan bekerja dalam sebuah perusahaan PT Eksplorer Indonesia, dan PT Malino Adventure, yang diberikan kepercayaan sebagai Tenaga Tehnis, Operator Gamas Out bond. Pada tahun 2016 dirinya membangun wisata ekstream di Enrekang yang diberi na Cekong Hills Enrekang.

Melihat progres pembangunan wisata alam Lappa Laona, dengan berbagai destinasi yang disajikan, yang secara kebetulan dirinya kerjakan langsung, meyakini kualitas pembangunan wisata dan wahana yang ada di Lappa Laona tidak jauh berbeda dengan wahana di Cekong Hills Enrekang.

“Kami dalam melakukan pekerjaan ini telah melihat berbagai sudut aspek yang ada, termasuk di dalamnya bagaimana status keamanan wahana tersebut,”terang Hasfan, Pemilik Cekong Hills Enrekang, Jumat 25 Mei 2018.

Bahkan dirinya menjamin kualitas keamanan dari pada wahana yang ada di lokasi tersebut, dimana di lokasi itu ada dua wahana yang masuk dalam kategori cukup ekstream, yakni Wahana Playing Fox dan dua wahana foto selfie.

“Jadi ada tiga wahana di lokasi itu yang masuk dalam kategori wahana cukup ekstream, diantaranya wahana Paying Fox, dan dua wahana foto selfie,”pungkasnya.

Dirinya menerangkan, kalau untuk kapasitas playing fox sendiri, memiliki daya tampung maksimal 120 Kg, walaupun sebenarnya kapasitas tersebut mencapai 1000 kg, namun karena tidak mungkin ratusan orang digantung di lokasi tersebut.

“Untuk kapasitas playing fox sendiri, itu hanya kami batasi menjadi 120 kg, tapi kalau kapasitas sebenarnya itu bisa mencapai 1000 kg, namun karena pertimbangannya berapa banyak yang akan tergantung disitu, sehingga kami batasi sendiri kafasitasnya,”terang Hasfan.

Hasfan, menambahkan, untuk lokasi foto selfie bola dena di onroi, itu juga turut dilakukan batasan kafasitas, dan dimaksimalkan hanya 180 kg, sementara untuk hand baby red, itu hanya dimaksimalkan 120 kg, atau hanya ada dua orang dalam sekali naik di lokasi tersebut, namun kedua tempat selfie ini juga kita batasi persoalan luasan tempatnya.

“Untuk dua tempat selfie yang ada juga terjadi pembatasan kafasitas, pembatasan tersebut diantaranya untuk selfie bola dena di onroi itu maksimalnya 180 kg, dan untuk hend baby red juga kami siagakan hanya maksimal 120 kg, dengan ukuran tempat yang agak sempit, sehingga memang harus dibatasi maksimal pengunjung yang sekali selfie,”jelasnya.

Terkait adanya penggunaan besi kecil pada tiang hologram wahana tersebut, Hasfan menilai, kalau itu layak dan sudah sangat kuat, belum lagi berkaitan dengan daya tampung yang ada, itu sudah sesuai dengan tiang hologram yang digunakan.

“Kalau tiangnya kecil dan dari hologram, saya fikir itu sudah layak dan kuat untuk digunakan, dengan menggunakan besi holo medium A, dengan dimensi 4x4x600 cm, sudah sesuai dengan daya tampung yang ada, serta daya topang diatas maksimal beban kapasitas wahana tersebut,”terang dia.

Diapun menuturkan, kalau selama proses penggunaan wahana ini masih mengacu pada peraturan yang ada, serta tidak melakukan tindakan lain atau adanya pihak yang dengan sengaja, melakukan tindakan pengrusakan, maka itu akan tetap bisa terjaga dengan baik.

“Intinya tidak terjadinya over kapasity, maka kondisi wahana tersebut akan tetap kuat, dan tentunya bagaimana melakukan perawatan yang baik, mulai dari bagaimana menjaga agar pengecatan tetap baik, dan wahana tersebut bisa bertahan 5 sampai 10 tahun,”tuas Hasfan.

Terkait adanya besi yang patah pada lokasi wahana tersebut, yang juga merupakan alat penguat dari wahana itu, dirinya menduga adanya tindakan dengan sengaja oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, dan bahkan dirinya bisa memastikan kalau kejadian itu bukan karena angin.

“Kalau angin yang kena wahana itu tidak bakalan patah besinya, palingan yang pertama terbang itu kainnya, karena kondisinya disitu hanya dililit saja, jadi saya lihat kondisi yang patah tersebut saya duga itu hanya kesengajaan oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab saja,”urai dia.

Dia menambahkan, juga ada peryataan bapak Bupati pada saat peresmian tempat tersebut, kalau wahana tersebut sudah kuat namun perlu lagi ada penguatan lebih ekstra kuat lagi, dan dirinya berjanji akan segera melakukan hal tersebut.

“Setelah lebaran kami akan perkuat kondisi tersebut karena sekarang sudah kuat, makanya kita mau kasih ekstra kuat lagi,”tambah dia.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Gowa

Jelang Hari Kesiapsiagaan, BPBD Gowa Lakukan ini

Terkini.id,Gowa - Dalam rangka memperingati hari Kesiapsiagaan Bencana 2019 pada Jumat, 26 April 2019 mendatang, Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Gowa

Gowa Akan Bangun Perpustakaan Ramah Ibu dan Anak

Terkini.id,Gowa - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan membangun perpustakaan umum dengan layanan ibu dan anak.Hal tersebut dibahas saat pihaknya melakukan
Gowa

BPN Bakal Serahkan 7000 Sertikat PTSL di Gowa

Terkini.id,Gowa - Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan kembali menyalurkan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 7.000 sertifikat.Hal ini diungkapkan Kepala BPN Gowa, Awaluddin