Berbekal pisang Belawa, pemuda ini bangun bisnis Keripik Otti

Pemuda ini raup puluhan juta dari bisnis keripik pisang

Terkini.id, Makassar – Kota Makassar memang dikenal dengan surga kulinernya, berbagai jenis makanan tersaji bagi warga penikmat Kuliner di Makassar. Tak hanya makanan berat, makanan ringan atau cemilan juga banyak disukai oleh warga kota Daeng.

Salah satu jenis cemilan yang lagi hits di kota Makassar yakni keripik yang terbuat dari bahan dasar pisang, seperti halnya Keripik Pisang Otti (KO).

Keripik Otti merupakan hasil kreativitas salah seorang anak muda kreatif di kota Daeng, Ahmad Thayyib yang berhasil membangun bisnis kuliner pisangnya dengan konsep kekinian.

Di usianya yang masih terbilang muda, 28 tahun, Thayyib berani bersaing dengan berbagai produk cemilan lainnya yang serupa.

Ahmad Thayyib, Owner Keripik Otti (KO)

Ide membuat bisnis kuliner keripik pisang pertama kali tercetus olehnya di tahun 2014 silam. Ide itu muncul dengan spontanitas dan dengan pertimbangan bahan bakunya lebih mudah didapatkan di Sulawesi Selatan.

Baca juga:

“Pas ide itu muncul, saya mencoba membuatnya dengan menguji produk pisang rasa pedas. Dan Alhamdulillah dari beberapa orang sahabat yang mencoba keripik pisang buatan saya, semuanya menyukai produk saya tersebut,” kata Thayyib saat ditemui di Outlet Keripik Otti (KO), Jalan AP Pettarani Makassar. Senin, 6 Februari 2018.

Mengenai kemasan sendiri, Thayyib pertama mengemas produknya memakai pembungkus plastik sederhana seperti plastik pembungkus gula. Namun seiring waktu dan bertambahnya jumlah peminat, ia kemudian mempercantik kemasannya dengan mamakai plastik modern jenis Alumunium Foil yang sudah memakai perekat di bagian penutupnya dan kemasan ini didatangkan langsung dari China.

Keripik Otti menggunakan plastik jenis Alumunium Foil yang didatangkan langsung dari China

Saat ini, Keripik Otti Ahmad Thayyib rata-rata terjual sebanyak 2.000 bungkus setiap bulannya. Rata-rata konsumen KO berasal dari berbagai daerah di Sulsel dan Provinsi di Indonesia. Untuk pemasarannya Thayyib juga memakai pihak kedua atau distributor di setiap daerah.

Nama Otti sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Bugis yang berarti ‘Pisang’. Berbeda dari keripik pisang lainnya, KO memiliki ciri khas tersendiri yakni aneka rasa pedas berbagai level tingkatan, mulai dari level 1 yang pedasnya biasa saja sampai level 3 yang pedasnya bikin ‘KO’.

“Kedepannya, kami berharap usaha kami ini bisa membuka peluang bisnis yang sama bagi masyarakat dengan bergabung menjadi reseller atau agen distributor. Dengan hanya bermodal 500 ribu rupiah, masyarakat sudah bisa berjualan Keripik Otti di daerahnya masing-masing,” lanjut pemuda single kelahiran Belawa Sengkang, Kabupaten Wajo.

Berbagai jenis Keripik Otti mulai dari level 1 yang pedasnya biasa saja sampai level 3 yang pedasnya bikin ‘KO’

Bahan baku pisang dari Keripik Otti didatangkan langsung dari petani di Belawa yang merupakan salah satu penghasil pisang terbaik di Sulawesi Selatan.

“Agar produk kami bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, kami juga bekerjasama dengan Pisang Goreng Nugget dan toko oleh-oleh di Makassar. Jadi produk kami juga bisa diperoleh di semua Outlet Pisang Goreng Nugget dan toko oleh-oleh Makassar,” tambahnya.

Thayyib juga berharap dengan hadirnya Keripik Otti, warga kota Makassar memiliki pilihan cemilan untuk dinikmati di rumah dan menjadi pilihan bagi wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh khas Makassar.

Komentar

Rekomendasi

Kreatif! Wedding Organizer Pakai Green Screen, Acara Pernikahan Jadi Meriah

Di Tengah Pandemi, Para Istri Ojol Berlatih Menjahit Masker

Hari Kartini: Dari dan untuk Perempuan Tangguh

Tiga Cara Unik Sutrayanti dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Lewat Karya dan Kerja Nyata, Cara Andi Oci Alepuddin Maknai Perjuangan Kartini

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar