Berdosakah menitipkan anak ke orang tua yang lanjut usia?

Terkini.id – Apakah menitip anak ke orang tua membuat kita dapat dosa? simak ulasan ini.

Di kota-kota yang modern, para orang tua kerap kali terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Sehingga, anaknya sering dititipkan ke tempat penitipan.

Karena keduanya sibuk dengan pekerjaan, ada juga orang tua yang memilih menyewa baby sitter.

Meski begitu, tidak sedikit yang memilih menitipkan anaknya kepada orang tuanya.

Selain tidak khawatir lagi, orang tua tentu dianggap senang karena bisa bermain dengan cucunya.

Nah, jika orang tua masih cukup kuat, atau belum terlalu tua, sah-sah kita sekali-sekali menitip anak ke mereka.

Namun, berbeda jika aktivitas menitipkan anak itu justru membuat orang tua kita kerepotan, terganggu, dan mendapat pekerjaan yang menyiksa?

Dilansir dari beranihijrahcom, menitipkan anak kepada orang tua (kakek-nenek) bukanlah tindakan yang tepat. Bahkan bisa dosa.

Apalagi, mengasuh dan menjaga cucu, sebenarnya bukanlah pekerjaan ringan. Maka jika hal ini dilakukan, justru bisa kezaliman kepada orang tua.

Orang tua yang sudah sepuh seharusnya diperlakukan dengan baik dan lemah lembut.

Baca juga: Lebih baik berbuka puasa dengan Kurma atau Teh Manis? Ini penjelasannya

Jika menyenangkan mereka dengan membuatnya dengan dengan cucu, boleh saja. Tetapi, sebaiknya jangan mereka yang harus memandikan, mengganti popok, mencuci pakaian, dan aktivitas yang cukup berat lainnya.

Sebagaimana yang dipesankan Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:

“Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Israa’: 23)

Tanggung Jawab Orang Tua

Tanggung jawab pengasuhan dan pendidikan anak, semestinya ada pada pundak orang tuanya. Bukan kakek dan neneknya, ataupun guru-guru di sekolah. Inilah yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Kalian semua adalah pemimpin dan kalian akan ditanya tentang kepemimpinan kalian. Pemimpin di antara manusia dia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga serta anak-anak suaminya dan dia akan ditanya tentang mereka. Budak adalah pemimpin bagi harta tuannya dan dia akan ditanya tentangnya. Ketahuilah bahwa kalian adalah pemimpin dan kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang kepala rumah tangga, yakni ayah, bertanggungjawab atas keluarganya. Makanya, urusan anak, harus ditangani secara langsung.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Selamat Jalan Mr Crack

DI dunia yang dihuni tujuh miliar penduduk, ada segelintir orang -- mungkin tak sampai selusin -- yang disebut dengan jenaka sebagai gipsy aeronautics. Orang-orang
Opini

Joshua Wong, Tokoh Utama Demo Hong Kong

IA ditangkap. Ia dibebaskan. Ia dilarang pergi ke luar negeri. Ia diizinkan pergi.Itulah hebatnya hukum di Hongkong. Peninggalan Inggris.Joshua adalah salah satu tokoh utama
Opini

Tentang Perlindungan Anak

INI kejadian tahun 2010. Sorang anak kecil datang menghampiri saya dan menawarkan payung untuk saya bisa menerobos hujan keluar dari stasiun BusWay. Saya tersenyum
Opini

Pemerintahan Yang Berubah

PERNAHKAH kita menyelami bahwa keberadaan pemerintah tidak lain dimaksudkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.Namun, seringkali kita meragukan bahwa penyelenggaraan pemerintahan telah berjalan dengan
Opini

Mengenal Kaltim Calon Ibu Kota Kita

TAHUKAH anda bahwa satu satunya lahan di Kalimantan Timur yang tidak dikuasai penambang dan HTI (Hutan Tanaman Industri) adalah Balikpapan. Merujuk salinan Dinas Energi dan
Opini

Ibu Kota Baru

SAYA tahu lokasi itu. Yang direncanakan jadi ibu kota baru Republik Indonesia itu. Yang kemarin diumumkan sendiri oleh Bapak Presiden Jokowi itu.Di Kaltim ada
Opini

Tanda-tanda Resesi

17 Agustus tahun ini.Tiga hari sebelumnya.Jam 6 pagi waktu New York.Itulah hari pertama kurva terbalik: yield bond jangka panjang lebih rendah dari yield bond
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka