Beredar Kabar Tak Pakai Masker Sesuai SNI Didenda dan Dipenjara, Ini Faktanya

Masker SNI
Pakai masker sesuai SNI. (Ilustrasi/Tribunnews.com)

Terkini.id, Jakarta – Beredar kabar di media sosial yang menyebut bahwa masyarakat yang tak pakai masker sesuai SNI bisa didenda dan dipenjara.

Kabar tersebut dibagikan oleh pengguna Facebook Bebenk dan beredar luas di media sosial.

Dalam unggahannya, akun Bebenk melampirkan tangkapan layar pemberitaan berjudul “Tak Boleh Sembarangan, Pemerintah Mulai Hari Ini Anjurkan Pakai Masker Ber-SNI”.

“Memang wes diprediksi…semenjak masker scuba dilarang pasti enek berita anyaran dan terbitlah khabar berita kui…masker ber SNI. wajib dipake warga +62….bisnis memang kejam…kalo gak mentaati peraturan…denda dan penjara akibatnya,” tulis Bebenk.

Namun, berdasarkan penelusuran fakta dari Tim Cek Fakta Liputan6.com, Minggu 25 Oktober 2020, ditemukan artikel berjudul “Tuai Polemik, Kemenperin Pastikan Aturan SNI Masker Kain Bersifat Sukarela” yang tayang di Liputan6.com pada 21 Oktober 2020.

Menarik untuk Anda:

Dalam isi artikel tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, Elis Masitoh memberikan penjelasannya terkait masker ber-SNI.

Elis menegaskan penerapan SNI masker dari kain masih bersifat sukarela.

“Kami sampaikan kembali bahwa tujuan penetapan SNI ini adalah sebagai pedoman bagi industri dalam negeri untuk memproduksi masker kain dengan spesifikasi atau parameter yang ada di dalam SNI 8914:2020 tersebut, sehingga dapat mencegah penyebaran covid-19 dengan lebih baik dan lebih aman digunakan masyarakat,” ujarnya.

“Masker yang sudah ada tetap dapat beredar, namun tentu saja tidak diperkenankan mencantumkan tanda SNI sebelum mendapatkan sertifikat SPPT SNI dari Lembaga sertifikasi Produk (LSPro),” sambungnya.

Pada artikel lainnya berjudul “BSN: UMKM Tak Wajib Terapkan SNI Masker Kain” yang tayang 27 September 2020, Kepala Humas BSN Denny Wahyudi juga memberi penjelasan terkait SNI masker.

“Saat ini belum ada kewajiban harus sertifikasi SNI masker kain. Dengan kata lain, informasi tentang SNI Masker Dari Kain yang kami rilis kemarin, supaya masyarakat terutama pelaku usaha mengetahui bahwa oh ini ya kalau bikin masker yang berkualitas dan aman. Saya sudah punya infonya tentang acuan persyaratan mutu SNI,” ujar Denny.

“Kendati masih bersifat sukarela, pelaku usaha sudah dapat menjadikan SNI ini sebagai pedoman dalam memproduksi masker dari kain. Saat ini, SNI ini sifatnya masih sukarela, belum diberlakukan sebagai mandatory atau wajib oleh regulator dalam hal ini Kementerian Perindustrian,” lanjutnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebut tak memakai masker sesuai SNI bisa didenda dan dipenjaran adalah klaim tidak benar atau hoaks.

Faktanya, sertifikasi SNI pada masker masih bersifat sukarela.

Konten yang diunggah akun Bebenk tersebut masuk dalam kategori Missleading Content atau konten yang menyesatkan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Update Covid-19 per 30 November: Kasus Positif Tambah 4.617 Pasien, Total 538.883

Soal Pembantaian di Sigi, Abu Janda: Itu Alasan Banser Suka Jaga Gereja

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar