Berikut Penegasan Bupati Jeneponto Saat Membuka Pelatihan MC

Bupati Kabupaten Jeneponto Iksan Iskandar membuka secara Pelatihan Master of Ceremony (MC) bagi Pemandu Acara Lingkup Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Selasa, 20 Agustus 2019

Terkini.id,Jeneponto – Bupati Kabupaten Jeneponto Iksan Iskandar membuka secara pelatihan Master of Ceremony (MC) bagi pemandu acara lingkup pemerintah Kabupaten Jeneponto, Selasa, 20 Agustus 2019.

Kegiatan yang  diikuti 50 peserta itu akan berlangsung selama dua hari,  diawali dengan Laporan Kepala Bagian Humas dan Protokol, Syarifuddin Lagu, menampilkan narasumber Kordinator Presenter dan Produser  Kompas TV, Hendra Bakti, Protokol Pemprov, Widyawati Rusman.

Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, dalam sambutannya, mengapresiasi Bagian Humas dan Protokol yang memprakarsai kegiatan ini yang melibatkan para ASN  perwakilan OPD Pemkab Jeneponto.

“Saya menyambut baik dan memberi apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini, sebagai salah satu upaya strategis bagi pengembangan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia aparatur. Semoga melalui pelatihan ini, akan melahirkan MC atau pemandu-pemandu acara yang hebat dan profesional selain kita memiliki personil MC yang siap tampil dan mampu menunjukkan kemampuannya di berbagai jenis acara,” jelas Iksan Iskandar.

Iksan menyampaikan, bahwa  pengetahuan keprotokolan bukan hanya untuk petugas protokol tapi bagi semua orang agar lebih memahami kenapa harus ada protokol untuk memberikan pelayanan kepada suatu kegiatan atau acara.

“Tugas protokol cukup berat, karena kegiatan protokol diatur dalam UU, sehingga kalau suatu acara berjalan baik hal itu sudah biasa, tapi kalau berjalan buruk maka protokolnya yang kena salah,” ungkap Iksan.

Menurutnya, Suatu moment acara resmi Pemerintah Daerah ataupun non formal lainnya, kedudukan pemandu acara sangat berperan dan menentukan suksesnya suatu acara.

“Terdapat tiga poin panting yang harus diperhatikan pada pelaksanaan setiap acara forum, yakni sumber energi suara, pengeras suara, dan pemandu acara. Apabila salah satunya hal ini bermasalah maka yakin suatu acara tidak akan berlangsung sukses,” ujarnya.

Iksan menegaskan seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik karena pemahaman keprotokolan akan berimbas positif untuk membangun citra baik bagi individu maupun instansi pemerintah.

“Master Ceremony (MC) sebagai ruh dari sebuah acara memegang peranan penting dalam penyelenggaraan upacara/acara, karena sukses tidaknya penyelenggaraan acara tergantung pada pembawa acara,Seorang pemandu acara harus kreatif, cerdas dan visioner dalam mengamati keberlangsungan acara,” tutup Iksan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini