Berkas Kasus Pemerkosaan Anak di Jeneponto Telah Dilimpahkan ke Kejaksaan Februari 2019

Keluarga korban pemerkosaan yang anak di bawah umur yang sempat viral di media sosial itu mendatangi kantor Polres Jeneponto

Terkini.id,Jeneponto – Keluarga korban pemerkosaan anak di bawah umur yang sempat viral di media sosial itu mendatangi kantor Polres Jeneponto.

Israwati yang merupakan orang tua korban didampingi keluarganya diterima langsung oleh Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby Rachman di ruangannya, Kamis, 5 Desember 2019 kemarin.

Hadir juga Kadis Perbedayaan Perempuan dan Perlindungan anak Pemkab Jeneponto, Hj Junniati bersama jajarannya.

Israwati mendatangi kantor Polres Jeneponto untuk mempertanyakan proses tindaklanjut penanganan kasus pemerkosaan terhadap anaknya yang terjadi pada tahun 2018 lalu.

“Kami datang untuk menanyakan kenapa sampai saat ini pelaku pemerkosa anak saya tidak ditahan, saya belum dapat keadilan,” kata Israwati di depan Kasat Reskrim Polres Jeneponto.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby Rachman, menyambut baik kedatangan keluarga korban di Kantor Polres Jeneponto.

“Terima kasih banyak atas kedatangannya, di kantor Polres Jeneponto,” kata AKP Boby Rachman.

Menanggapi maksud dan tujuan Keluarga korban, AKP Boby Rachman menjelaskan, penyidik telah mengirim berkas perkara (Tahap 1) tanggal 6 Desember 2018, namun Jaksa memberikan P19 kepada penyidik tanggal 15 Februari 2019.

“Penyidik melengkapi berkas sesuai petunjuk P19 dari jaksa dan mengirimkan berkas kembali ke Kejaksaan pada 28 Februari 2019,” jelas AKP Boby Rachman.

Menjawab pertanyaan keluarga korban terkait tidak ditahannya pelaku, AKP Boby Rachman, mengatakan, pelaku tidak ditahan karena ada jaminannya.

“Pelaku tidak ditahan karena pelaku anak dan statusnya masih pelajar serta ada jaminan dari orang tua untuk menghadirkan bila ada proses hukum,” ungkap Boby Rachman.

AKP Boby Rachman menambahkan bahwa penyidik sudah berkomunikasi ke Kejaksaan tentang penelitian berkas.

“Untuk penanganan perkara, berkas perkara sudah di Kejaksaan dan kami menunggu penelitian berkas dari Kejaksaan, tetapi sampai sekarang belum ada hasil penelitian berkas perkara dari Kejaksaan,” ujarnya.

Dimana kejadian perkosaan tersebut terjadi pada bulan Agustus 2019 lalu dengan pelaku RWS yang merupakan tetangganya sendiri.

Komentar

Rekomendasi

Kesepian dalam Penjara, Napi Ini Minta Polisi Tangkap Orang Lagi agar Ada Teman

Bejat, Ustaz Ini Cabuli Santriwati yang Masih di Bawah Umur

Moeldoko Kagum pada Haerul Sang Montir Perakit Pesawat Terbang

Beredar Video Klarifikasi Petinggi Sunda Empire, Ngaku Bisa Kendalikan Bumi dan Nuklir

Viral, Rombongan SPG Kesurupan Massal Dalam Mobil Usai Singgah di Telaga Golf

Begini Kronologi Kejadian Moncong Ikan Tancap Leher Remaja Nelayan, Untung Tak Dilepas

Disepakati DPR, Pemerintah Bakal Hapus Tenaga Honorer

Hadir di Makassar Bersastra, Deng Ical Ajak Pecandu Aksara Kampanyekan Literasi Digital

Beginilah TVRI

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar